KabarBaik.co – Unjuk rasa yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Gedung DPRD Kota Malang pada Senin (1/9) sore berlangsung tertib. Mahasiswa menyampaikan aspirasi tanpa menimbulkan kerusuhan hingga aksi berakhir.
Pantauan di lokasi, aksi pertama diikuti sekitar ratusan mahasiswa HMI Universitas Merdeka Malang yang tiba pukul 14.30 WIB. Mereka menggelar orasi di akses pintu keluar gedung DPRD, sambil membentangkan poster dan membawa bendera organisasi.
Situasi di sekitar gedung dijaga ketat aparat keamanan. Polisi ditempatkan di kedua sisi gerbang, sementara personel TNI bersiaga di dalam. Pengamanan juga dilakukan di kawasan Bundaran Balaikota Malang oleh pasukan gabungan TNI-Polri.
Jumlah massa yang hadir diperkirakan tidak lebih dari 200 orang. Sebagian besar merupakan kader HMI Cabang Malang yang mengenakan pakaian dinas harian (PDH) dari berbagai komisariat. Di belakang barisan mahasiswa, terlihat kelompok berpakaian serba hitam dalam jumlah lebih banyak.
Ketua Umum HMI Cabang Malang, Mirdan Idham, menegaskan bahwa aksi ini murni untuk menyuarakan aspirasi. “HMI berdiri untuk menyuarakan aspirasi. Apabila ada pihak yang berharap terjadi chaos dari kami, itu tidak akan pernah terjadi karena kami tidak punya niat untuk memporak-porandakan masyarakat,” tegasnya.
Mirdan juga menyuarakan tuntutan agar pejabat yang dinilai gagal dalam kepemimpinannya untuk mengundurkan diri secara kesatria. Mahasiswa juga menyoroti perilaku anggota DPR agar tidak menciderai hati nurani rakyat. Korlap aksi, Husnin, mengajak seluruh peserta aksi dan aparat keamanan mendoakan Affan Kurniawan, 21, driver ojek online yang meninggal dunia di Jakarta.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, bersama sejumlah ketua fraksi turun langsung menemui mahasiswa. Mereka berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan DPR RI di Jakarta. Setelah pertemuan dengan pimpinan DPRD, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Sementara itu, di kawasan DPRD dan Balai Kota Malang, sekitar seribu warga dari berbagai elemen masyarakat seperti Aremania, Branjang Kawat, Madura Asli (Madas), serta Sakeramania turut hadir. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap damai dan kondusif. (*)






