KabarBaik.co – Transportasi umum Bus Trans Jatim di Kabupaten Gresik tengah menjadi perbincangan hangat. Hal ini menyusul aksi pelemparan batu yang dilakukan seorang ASN pada pekan lalu. Publik menyoroti maraknya sopir bus yang kerap ugal-ugalan.
Aksi sopir ugal itu pun akhirnya kena batunya. Selain batu asli yang membuat kaca Bus Trans Jatim retak parah, salah satu sopir bus juga ditilang Satlantas Polres Gresik.
Baca Juga: Bus Trans Jatim Dilempari Batu di Gresik, Polisi Turun Tangan
Terbaru, aksi ugal-ugalan seorang pengemudi Bus Trans Jatim yang viral di media sosial. Menindaklanjuti laporan masyarakat dan video yang beredar luas, Satlantas Polres Gresik bergerak cepat menertibkan armada bus bernomor lambung LX.042 dengan nomor polisi W-7133**, Senin (19/1).
Bus yang melayani salah satu koridor Trans Jatim tersebut kedapatan melaju secara tidak wajar dan membahayakan pengguna jalan lain saat melintas di ruas Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo (SHD), Gresik.
Aksi pengemudi yang dinilai membahayakan keselamatan itu terekam kamera warga dan menuai kecaman dari warganet.
Petugas kepolisian kemudian berhasil mengidentifikasi pengemudi bus berinisial SH, 48, warga asal Kabupaten Jombang. Atas perbuatannya, pengemudi tersebut tidak hanya dikenai sanksi hukum, namun juga sanksi internal dari pihak pengelola.
Dari sisi penegakan hukum, Satlantas Polres Gresik langsung memberikan sanksi tilang kepada pengemudi yang bersangkutan.
Sementara itu, pihak pengelola Trans Jatim bersama perusahaan otobus (PO) terkait turut menjatuhkan sanksi internal sebagai bentuk evaluasi dan penegakan disiplin.
Baca Juga: Polisi Amankan Pelaku Pelemparan Batu Bus Trans Jatim di Gresik, Ternyata ASN
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa penindakan tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan keselamatan berlalu lintas, khususnya di jalan protokol yang memiliki tingkat aktivitas tinggi.
“Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pengemudi angkutan umum. Jangan berkendara secara ugal-ugalan, terlebih di wilayah perkotaan. Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain adalah prioritas utama,” tegas AKP Nur Arifin.
Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah melaporkan pelanggaran tersebut. Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk terus berpartisipasi menjaga ketertiban berlalu lintas dengan melaporkan setiap pelanggaran maupun tindak pidana melalui layanan Call Center Polri 110 atau Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006.

ASN Lempar Batu Bus Trans Jatim
Di sisi lain, kasus pelemparan batu Bus Trans Jatim di Jalan Raya Daendles, Kecamatan Manyar, Gresik yang dilakukan seorang ASN berinisial SD terus berlanjut di ranah hukum.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan menjelaskan, SD sudah ditetapkan tersangka dan terancam hukuman pidana penjara maksimal 2 tahun penjara.
Asyraf mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa SD telah menyiapkan batu dari rumah yang diletakkan di dashboard motornya. Kemudian dilemparkan ke Bus Trans Jatim yang ugal-ugalan dan nyaris menyerempetnya.
“Jadi tersangka ini sudah membawa batu dari rumah. Mungkin (batu itu sudah dibawa berhari-hari, Red). Karena sebelumnya pernah mengalami hal serupa, hampir diserempet,” ungkapnya.
Alumni Akpol 2024 itu memastikan proses hukum terus berlanjut. “Untuk sopir bus (yang ugal-ugalan, Red), itu kewenangan manajemen Trans Jatim dan Dishub Provinsi Jatim,” tutupnya.
Warga Keluhkan Bus Trans Jatim Ugal-ugalan
Aksi Bus Trans Jatim ugal-ugalan menjadi kegelisahan banyak pengguna jalan selama ini. Salah satu warga Jemmy Purwodianto mengaku pernah mengalami hal serupa, nyaris diserempet bus yang identik dengan warna hijau tersebut.
“Kadang Bus Trans Jatim memang meresahkan. Saya juga pernah hampir tertabrak di kota. Untung masih selamat. Semoga itu bisa ditertibkan. Transportasi umum bagus tapi jangan membahayakan pengguna jalan yang lain,” katanya, Selasa (20/1).
Keresahan serupa juga dirasakan Miftahul Faiz. “Kalau saya pernah dipepet di wilayah Balongpanggang-Cerme. Ya gitu ugal-ugalan. Saya berharap sopir-sopirnya bisa lebih mengedepankan keselamatan berkendara,” tutupnya.(*)







