KabarBaik.co – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Universitas Darul Ulum (UNDAR) 2025 menggelar pelatihan pembuatan pudding dari daun kelor di Desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang.
Kegiatan yang bekerja sama dengan PKK Desa ini berlangsung di Balai Desa setempat dan diikuti puluhan ibu rumah tangga.
Ketua KKM UNDAR Kelompok F, Ernestito atau yang akrab disapa Ernest, mengatakan pelatihan ini digelar untuk mengangkat potensi lokal daun kelor yang banyak tumbuh di sekitar desa.
“Daun kelor sangat kaya nutrisi dan bisa diolah jadi produk pangan inovatif. Kami ingin potensi ini bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi warga, khususnya ibu-ibu,” ujar Ernest kepada wartawan. Kamis (28/8)
Ernest menjelaskan pudding kelor dipilih karena kandungan gizinya yang tinggi, antara lain vitamin A, C, E, B kompleks, protein nabati, dan antioksidan. Selain sehat, produk ini dinilai memiliki daya tarik untuk dipasarkan.
“Pudding kelor ini bukan cuma sehat, tapi juga menarik dijadikan peluang usaha,” tambahnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program KKM UNDAR 2025 yang bertema pemberdayaan perempuan. Persiapan kegiatan dilakukan sejak awal masa KKM, mulai dari pemetaan potensi desa hingga penyusunan konsep pelatihan bersama PKK setempat.
“Kelor sudah dikenal di sini, tapi belum dimaksimalkan sebagai produk ekonomi. Ini yang kami dorong,” ungkap Ernest.
Ke depan, Ernest berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk pengembangan olahan kelor lainnya seperti teh kelor, nugget kelor, hingga produk herbal berbasis kelor.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan rumah tangga lewat inovasi pangan lokal,” tegasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Endang (65), mengaku senang bisa belajar membuat pudding dari daun kelor. Ia melihat peluang usaha dari pelatihan ini.
“Senang bisa belajar hal baru. Pudding ini gampang dibuat, sehat, dan bisa dijual,” ujar Endang antusias.
Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menggali potensi desa untuk mendukung kemandirian ekonomi, terutama bagi kaum perempuan. (*)