Dosen UB Teliti Dampak Emisi Pembakaran Sampah di TPA Tlekung Kota Batu

oleh -62 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 18 at 11.45.26
Dosen dan mahasiswa UB saat melakukan penelitian di TPA Tlekung, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Batu – Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Aulia Nur Mustaqiman, melakukan penelitian untuk mengkaji dampak emisi pembakaran sampah di TPA Tlekung. Penelitian ini menyoroti konsentrasi polutan, pola penyebaran emisi, hingga risiko kesehatan akibat paparan pembakaran sampah.

Kajian tersebut dilakukan seiring meningkatnya timbulan sampah di Kota Batu. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, volume sampah di Kota Batu mengalami kenaikan dari 52.062,68 ton pada 2023 menjadi 52.063,84 ton pada 2024. Seluruh sampah tersebut ditangani di TPA Tlekung, termasuk melalui metode insinerasi.

Aulia menjelaskan, penggunaan insinerator memang efektif dalam mengurangi volume sampah. Namun, proses pembakaran berpotensi menghasilkan emisi pencemar udara, terutama partikulat (PM), yang dapat berdampak pada kesehatan manusia, khususnya pekerja di sekitar lokasi.

Dalam penelitian ini, tim mengumpulkan data primer melalui pengukuran langsung emisi cerobong sesuai standar SNI. Selain itu, data meteorologi dan topografi diolah menggunakan metode AERMET dan AERMAP guna menghasilkan pemetaan sebaran emisi yang lebih akurat.

“Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kuantitatif terkait kontribusi emisi insinerator terhadap penurunan kualitas udara di sekitar TPA Tlekung, sekaligus melihat implikasinya terhadap kesehatan pekerja,” ujar Aulia.

Ia menegaskan, hasil riset ini diharapkan menjadi dasar rekomendasi bagi pemerintah dan pengelola TPA dalam mengambil langkah teknis maupun manajerial. Mulai dari optimalisasi desain cerobong, pengendalian emisi, hingga mitigasi dampak kesehatan perlu menjadi perhatian serius.

Penelitian ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Teknik Lingkungan UB. Salah satu mahasiswa yang terlibat, Sylna Aini Ambarwati, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. “Alhamdulillah, kami bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat di kampus. Jadi tidak hanya teori, tetapi juga praktik di masyarakat,” ungkapnya.

Melalui riset ini, UB tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata untuk menjawab persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah Malang Raya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.