KabarBaik.co – DPRD Kota Blitar meminta Dinas Pendidikan untuk meninjau ulang kebijakan study tour sekolah yang dianggap membebani orang tua siswa.
Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Agus Zunaedi, menegaskan perlunya evaluasi terhadap kegiatan ini mengingat banyaknya keluhan dari masyarakat.
“Kami sudah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan agar study tour ini dievaluasi. Jangan sampai justru menjadi beban bagi orang tua murid karena biayanya yang cukup besar,” ujar Agus pada Jumat (7/3).
Ia menyoroti bahwa meskipun study tour tidak diwajibkan oleh sekolah, banyak orang tua merasa ada tekanan agar anak mereka tetap ikut serta.
“Kami menerima banyak keluhan dari wali murid. Meski dinyatakan sebagai kegiatan opsional, ada kesan bahwa siswa dianjurkan untuk ikut, sehingga membuat orang tua merasa terbebani,” tambahnya.
Sebagai alternatif, Agus mengusulkan agar study tour lebih difokuskan pada kunjungan ke tempat wisata edukatif di Kota Blitar.
Menurutnya, kota ini memiliki banyak destinasi yang bisa menjadi sarana pembelajaran di luar kelas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Blitar memiliki banyak lokasi wisata edukatif yang bisa dikunjungi. Daripada pergi ke luar kota dengan biaya mahal, lebih baik dialihkan ke destinasi dalam kota yang tetap bermanfaat bagi siswa,” jelasnya.
DPRD Kota Blitar juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membahas berbagai kebijakan sekolah yang menuai pro dan kontra di masyarakat, termasuk pelaksanaan study tour.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan kegiatan sekolah bisa lebih inklusif dan tidak menambah beban ekonomi bagi orang tua siswa. (*)