DPRD Soroti Harga Gabah di Jombang Utara Sungai Brantas Terjun Bebas

oleh -551 Dilihat
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang Ama Siswanto. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani, terutama di wilayah utara Sungai Brantas. Laporan yang diterima dewan menyebutkan bahwa harga jual gabah saat ini masih jauh di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang Ama Siswanto, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. “Kami mendapat laporan dari petani, harga gabah masih di bawah HPP, terutama di Kecamatan Kabuh yang saat ini mulai panen,” ujar Ama saat dikonfirmasi pada Selasa (8/4).

Menurut Ama, salah satu penyebab utama rendahnya harga gabah adalah belum optimalnya peran Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menyerap hasil panen petani. Sesuai HPP, seharusnya harga gabah Rp 6.500 perkilogram.

“Karena serapan Bulog sendiri juga dibatasi. Sehingga gabah petani masih banyak dibeli tengkulak dengan harga di bawah HPP,” terangnya.

Politisi dari PDI Perjuangan ini mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui dinas pertanian untuk segera mencari solusi konkret guna mensejahterakan petani dengan harga gabah yang layak.

“Seperti ada wacana pemkab untuk pengadaan beras Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemkab harus segera melakukan kajian, apakah itu benar-benar efektif atau seperti apa. Kalau benar efektif harus segera dijalankan,” tegas Ama.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi DPRD Jombang, yang berharap Pemkab segera mengambil langkah strategis untuk melindungi petani dari kerugian akibat harga gabah yang tidak menguntungkan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.