Jelang Imlek dan Ramadan 2026, DPRD Surabaya Desak Pemkot Perkuat Operasi Pasar dan Gandeng Swasta

oleh -65 Dilihat
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya – Menjelang peringatan Imlek dan masuknya bulan suci Ramadan 2026, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera memperkuat langkah pengendalian harga bahan pokok.

Hal ini dinilai krusial untuk menekan laju inflasi yang lazimnya meningkat pesat pada momen hari besar keagamaan.

Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Toni ini menilai, operasi pasar murah merupakan senjata paling efektif yang dimiliki pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Beberapa waktu lalu, Pemkot kan sudah melakukan operasi pasar murah. Saya yakin kegiatan tersebut paling tidak menekan laju inflasi yang biasanya naik menjelang datangnya bulan suci Ramadan,” ujar Toni saat dikonfirmasi, Senin (16/2).

Selain mengandalkan APBD, mantan jurnalis ini mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, penyaluran bantuan sembako dari perusahaan swasta akan sangat meringankan beban masyarakat.

“Ini momen yang tepat bagi perusahaan-perusahaan untuk menyalurkan CSR-nya dalam bentuk sembako kepada masyarakat. Distribusi barang murah adalah kunci pertumbuhan ekonomi Surabaya,” tegasnya.

Toni juga menekankan pentingnya sinergi vertikal. Ia berharap Wali Kota Surabaya melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menggelar operasi pasar skala besar di Surabaya.

Mengingat Surabaya merupakan ibu kota provinsi, kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya dianggap sebagai keharusan dalam menjaga ketahanan pangan regional.

Terkait teknis pelaksanaan, Toni menyarankan agar operasi pasar murah difokuskan di pasar-pasar tradisional ketimbang di kantor kelurahan atau permukiman. Langkah ini bertujuan untuk memutus ruang gerak spekulan yang mencoba mencari keuntungan tidak wajar.

“Mungkin lebih efektif di pasar, agar tidak ada upaya spekulan untuk menimbun barang yang mengakibatkan kenaikan harga. Pengawasan ketat terhadap tengkulak nakal harus dilakukan,” imbuh mantan Ketua Komisi A tersebut.

Menutup keterangannya, Toni meminta warga Surabaya tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Ia menjamin bahwa Pemkot Surabaya bersama OPD terkait tengah bekerja kolektif untuk memastikan stok pangan aman.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Ini adalah kerja kolektif lintas OPD demi menjamin kekhusyukan masyarakat muslim yang akan menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.