KabarBaik.co – Polisi belum mengungkap detail identitas HA, pemuda berusia 30 tahun asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang menjadi tersangka pembunuhan keji terhadap Muhammad Axle (MA), 9 tahun. Korban merupakan anak dari politikus PKS Cilegon, Maman Suherman.
Yang sudah dipastikan, HA ditangkap saat berusaha mencuri di sebuah rumah mewah milik Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon dari Partai Golkar. Penangkapan dilakukan di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Jumat (2/1) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian pertama dilakukan HA pada Minggu (28/12). Saat itu, rumah Roisyudin dalam kondisi kosong. Hampir setiap akhir pekan, pemilik rumah bersama keluarganya diketahui berada di BSD, Tangerang Selatan. Pelaku berhasil mengambil sejumlah perhiasan. Selain itu, HA juga berniat membawa kabur sebuah brankas, namun diduga karena berat, brankas tersebut akhirnya ditinggalkan.
Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV rumah. Namun, rekaman itu tidak menampilkan wajah pelaku secara jelas. Pemilik rumah kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat.
Diduga karena penasaran dan berniat mengambil kembali isi brankas, HA kembali mendatangi rumah Roisyudin pada Jumat (2/1) siang. Kali ini, ia membawa peralatan khusus untuk membongkar brankas. Namun, saat datang kembali, di dalam rumah terdapat seorang asisten rumah tangga (ART) yang sedang membersihkan rumah.
Aksi pelaku dipergoki oleh ART, yang kemudian berteriak meminta pertolongan. Pelaku panik dan berusaha melarikan diri. Namun nahas, HA terpeleset di tangga hingga mengalami luka dan tidak dapat kabur. Pelaku lalu mencoba bersembunyi di sekitar rumah.
ART kemudian menghubungi pemilik rumah untuk meminta bantuan. Karena pemilik rumah berada di luar kota, ia menghubungi warga sekitar serta pihak kepolisian. Warga pun segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan membawa peralatan seadanya, seperti kayu dan benda tumpul lainnya. Namun, warga tidak langsung berani menangkap pelaku lantaran beredar kabar bahwa HA membawa senjata api. Belakangan diketahui, pistol yang dibawa pelaku ternyata hanya korek api berbentuk pistol.
Tak berselang lama, sejumlah anggota kepolisian tiba di lokasi. Berdasarkan video yang banyak beredar di media sosial, proses penangkapan berlangsung dramatis. Sejumlah petugas tampak menyisir area sekitar mobil yang terparkir di halaman rumah. Beberapa petugas bahkan terlihat memeriksa kolong mobil. Tidak lama kemudian, petugas berhasil menemukan dan mengamankan HA. Pelaku langsung digelandang dan dimasukkan ke dalam mobil polisi.
Dari hasil interogasi awal, pelaku diketahui berinisial AH, warga asal Palembang yang bekerja di salah satu perusahaan swasta besar di Kota Cilegon. Dalam kesehariannya, HA tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Bumi Rakata Asri.
Hasil pemeriksaan lanjutan mengungkap fakta mengejutkan. HA ternyata juga merupakan pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Axle, anak dari politikus PKS Cilegon, Maman Suherman. Kuat dugaan, pelaku berniat mencuri di rumah korban, namun aksinya dipergoki oleh Axle sehingga HA menghabisi nyawa bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, membenarkan bahwa pelaku pembunuhan MA telah ditangkap. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cilegon.
Namun demikian, pihak kepolisian belum bersedia mengungkap identitas lengkap pelaku, kronologi penangkapan secara rinci, maupun motif pembunuhan, karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. “Nanti ya (akan disampaikan) saat ekspos resmi,” ujar Dian singkat kepada wartawan.
Sebelumnya, publik digegerkan dengan pembunuhan keji terhadap Axle yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Komplek Bukit Baja Sejahtera III, Cilegon, pada 16 Desember 2025 lalu. Saat kejadian, korban berada di rumah bersama kakaknya. Melihat adiknya bersimbah darah, sang kakak sempat menelepon ayah, Maman Suherman, yang tengah bekerja, sambil berteriak meminta tolong.
Maman pun bergegas pulang. Namun, setibanya di rumah, ia mendapati anaknya sudah terkapar tak bernyawa dengan tubuh berlumuran darah. MA sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bethasaida Kota Cilegon, tetapi nyawanya tidak tertolong. Hasil autopsi mengungkap kekerasan ekstrem yang dialami korban. Terdapat 22 luka di tubuh korban, terdiri atas 19 luka akibat benda tajam dan tiga luka akibat benda tumpul di bagian leher serta dada.
Dalam proses penyelidikan, polisi sempat memeriksa sebanyak 22 saksi. Beberapa spekulasi liar sempat berkembang di media sosial, kasus pembunuhan itu melibatkan ‘’orang dalam’’. Polisi sempat menyampaikan bahwa CCTV di rumah mewah itu mati beberapa pekan sebelum kejadian. Namun, akhirnya secara mengejutkan, pelakunya adalah HA, yang terungkap pencuri spesialis rumah mewah.
Diketahui, Axle adalah pelajar SD Islam Al Azhar 40 Cilegon. Pihak sekolah pun turut berduka cita atas meninggalnya Axle itu melalui akun media sosial. ”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… Segenap keluarga besar SD Islam Al Azhar 40 Cilegon berduka yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda tercinta, siswa kelas 4, pada Selasa, 16 Desember 2025.”
Dalam unggahannya, sekolah juga mengenang sosok Axle. ”Ananda, senyummu, kebaikan hatimu, dan semangat belajarmu akan selalu hidup dalam kenangan kami. Kami percaya, Allah SWT telah menyiapkan tempat terindah untukmu di sisi-Nya. Ya Allah, lapangkanlah kuburnya, terangi jalannya, dan jadikanlah ia anak yang menjadi penyejuk di surga-Mu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Selamat jalan, bintang kecil kami. Doa kami akan selalu menyertaimu.” (*).









