KabarBaik.co, Gresik – Polres Gresik memastikan situasi di Kecamatan Panceng sudah kondusif pasca-tawuran antara kelompok pemuda Desa Campurejo dan Desa Banyutengah yang berujung pembacokan, pada Jumat (27/2) dini hari.
Kepastian itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya. Kurang dari 24 jam, pihaknya telah mengamankan tersangka pembacokan berinisial S, 45, asal Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Lamongan.
Selain penegakan hukum, pihaknya juga melakukan upaya persuasif. Dijelaskan, bahwa Forkopimcam Panceng dan pihak dua desa sudah berkomunikasi untuk meredam potensi gejolak atau keributan susulan.
“Situasi saat ini sudah kondusif, korban dan warga sepakat sudah menyerahkan semua tindakan (hukum, Red) kepada Polri. Jadi proses hukum akan kami lanjutkan,” tegas Arya, Sabtu (28/2).
Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus Pelaku Pembacokan di Panceng Gresik
Untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, pihak kepolisian meminta warga untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Mari isi bulan suci Ramadan dengan kegiatan-kegiatan positif,” tandasnya.
Arya memastikan proses hukum terhadap tersangka S terus berlanjut. Saat ini, S telah ditahan di Rutan Polres Gresik guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Tersangka dijerat Pasal 468 Ayat (1) KUHP atau Pasal 466 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat atau penganiayaan yang mengakibatkan luka berat,” tutupnya.

Seperti diberitakan, tragedi berdarah saat patrol sahur menggegerkan warga Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jumat (27/2) dini hari. Dua orang dilaporkan terkena bacok saat terjadi tawuran antardesa.
Baca Juga: Tragedi Berdarah Patrol Sahur di Gresik: Tawuran, 2 Orang Kena Bacok
Bentrok tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di Desa Campurejo, tepatnya di depan sebuah tempat billiard dan kafe. Melibatkan kelompok pemuda dari Desa Campurejo dan Desa Banyutengah.
Mulanya, rombongan pemuda Campurejo melakukan kegiatan patrol sahur. Lalu berpapasan dengan pemuda dari Desa Banyutengah.
Saat bertemu, kedua kelompok saling lempar bom air. Situasi semakin memanas setelah terjadi adu mulut di antara kedua kelompok.
Akhirnya, pemuda Desa Campurejo mundur dan meninggalkan lokasi. Namun, tak terima kalah cekcok mulut, kelompok pemuda Desa Banyutengah mendatangi rombongan Desa Campurejo.
Singkat cerita terjadilah tawuran. Salah satu pemuda kedapatan mengeluarkan senjata tajam dan membacok dua pemuda Desa Campurejo.
Akibat kejadian itu, dua pemuda Desa Campurejo bernama Moh. Ruhul Madani, 25, dan Wahyu Agung Pratama, 24, mengalami luka bacok.(*)






