Dua Hari Pencarian, Mualim I LCT Kinta Perjaya Ditemukan Meninggal di Perairan Suramadu

oleh -149 Dilihat
Proses Evakuasi korban tenggelam. (Istimewa)
Proses Evakuasi korban tenggelam. (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Sri Samto, 57, seorang ABK LCT Kinta Perjaya yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan sisi timur Jembatan Suramadu. Korban ditemukan, pada Senin (11/5), dalam kondisi meninggal.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, jenazah korban ditemukan tim Ditpolairud Polda Jatim sekitar pukul 14.13 WIB. Jenazah korban mengapung di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya segera dievakuasi menuju darat untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Nanang.

Proses evakuasi berlangsung lancar. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban dibawa menuju RSUD Bangkalan untuk proses penanganan oleh petugas yang berwenang.

Dalam operasi SAR ini, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim rescue beserta armada KN SAR dan Rigid Inflatable Boat (RIB). Pada hari pertama operasi SAR, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian menggunakan RIB untuk menyisir area perairan tempat korban diduga jatuh.

Pada hari kedua operasi SAR, area pencarian diperluas dengan mengerahkan KN SAR 406 Srikandi beserta tim rescue dan awak kapal guna meningkatkan efektivitas penyisiran.

“Pada hari kedua operasi SAR, pencarian diperluas agar jangkauan penyisiran lebih optimal,” kata Nanang.

Operasi SAR juga melibatkan sejumlah unsur gabungan dari berbagai instansi. KPLP Tanjung Perak mengerahkan KN.P 329, sementara itu Ditpolairud Polda Jawa Timur menggunakan KP X-1008. Dukungan turut diberikan oleh VTS, SROP Surabaya, serta nelayan di sekitar lokasi pencarian.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Gani Wiratama yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC) mengatakan, kondisi cuaca selama operasi pencarian relatif mendukung. Berdasarkan data BMKG, cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter.

Selain melakukan penyisiran laut, Tim SAR gabungan juga menyampaikan informasi kejadian kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian. Langkah tersebut dilakukan agar awak kapal dapat segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat kapal LCT Kinta Perjaya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Wanam, Merauke, pada Minggu (10/5).

Saat melintasi alur pelayaran timur Surabaya atau kawasan timur Jembatan Suramadu, korban yang bertugas sebagai Mualim I diketahui tidak berada di atas kapal. Mengetahui hal tersebut, nahkoda kapal langsung memutar haluan untuk melakukan pencarian mandiri hingga petang sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu kepada otoritas terkait. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.