KabarBaik.co, Nganjuk – Awan gelap yang menyelimuti langit siang ini seolah menjadi cermin suramnya kondisi infrastruktur di SD Negeri 2 Warujayeng.
Sudah dua tahun lamanya, dua ruang kelas di sekolah ini dibiarkan dalam kondisi rusak parah tanpa sentuhan perbaikan dari pihak berwenang.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang mengkhawatirkan di ruang kelas 4B dan 2A. Plafon ruangan terlihat jebol di beberapa titik, menyingkap struktur kayu penyangga atap yang sudah lapuk, keropos, dan sewaktu-waktu mengancam keselamatan para siswa yang tengah menimba ilmu.
Kepala SDN 2 Warujayeng, Sudarno, mengungkapkan rasa kekhawatirannya saat menunjukkan bagian atap yang kian lapuk.
Ia mengaku pihaknya telah berkali-kali melayangkan laporan kepada dinas terkait, namun respons yang diharapkan tak kunjung datang.
“Kerusakan ini sudah sejak dua tahun lalu. Kami sudah beberapa kali melapor, namun hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan menyeluruh. Yang paling kami khawatirkan adalah balok kayu penyangga atap yang sudah lapuk,” ujar Sudarno, Senin (2/2).
Demi meminimalkan risiko, sekolah terpaksa menerapkan sistem masuk bergiliran menggunakan ruang kelas lain yang lebih aman. Namun, karena keterbatasan ruang, sesekali kelas yang rusak tersebut masih harus digunakan.
Sebagai langkah darurat, sekolah melakukan inisiatif tambal sulam dengan memberi penyangga tambahan seadanya pada struktur kayu yang paling kritis.
“Kami lakukan perbaikan seadanya dengan dana yang ada, tapi jelas ini bukan solusi jangka panjang. Penyangga tambahan hanya untuk mengurangi risiko sementara,” jelasnya lesu.

Kecemasan juga dirasakan para siswa. Atika Kurota Ayun, siswi kelas 4B, mengaku sering merasa was-was saat melihat ke arah langit-langit kelas yang bolong.
“Saya ingin belajar dengan tenang tanpa harus khawatir. Semoga kelas kami segera diperbaiki agar nyaman seperti kelas teman-teman yang lain,” ucapnya.
Kini, pihak sekolah, wali murid, dan siswa hanya bisa berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata.
Pendidikan yang layak bukan hanya soal materi pelajaran, tapi juga tentang ketersediaan ruang belajar yang aman dan manusiawi.






