KabarBaik.co – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di rumah kos Jalan Raya RA Kartini, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik berhasil digagalkan warga, Selasa (20/1) dini hari.
Aksi curanmor itu membuat warga murka. Dua terduga pelaku menjadi sasaran amuk massa. Satu di antaranya meninggal dunia.
Kabar yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, salah satu warga berinisial GT melihat ada dua orang berjalan agak berlari menuju ke dalam gang.
Setelah dibuntuti, kedua pria tersebut masuk kedalam gang buntu yang terdapat banyak kamar kos. Lalu GT melihat salah satu pria sedang mendorong satu unit sepeda motor Yamaha bernopol S-5671-ACA dan satu pria lainnya berada di belakangnnya.
GT lantas menegur dan bertanya kepada kedua pria itu sedang melakukan apa. Bukannya menjawab, salah satu pria mengambil sesuatu dari dalam tas, sementara satu terduga pelaku lainnya berusaha melarikan diri.
Saksi pun langsung berteriak dan memanggil pemilik sepeda motor. Teriakan saksi dengan cepat mengundang warga berdatangan yang membuat kedua terduga pelaku melarikan diri.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga ke Jalan Raya RA Kartini. Setelah tertangkap, keduanya langsung menjadi sasaran amuk massa. Mereka terkapar dengan luka parah.
Melihat amukan masa tak terkendali, salah satu warga pun menghubungi Lapor Pak Kapolres Cak Rama. Tak berselang lama polisi pun mendatangi lokasi dan mendapati salah satu terduga pelaku meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan, dua terduga pelaku diketahui bernama Santoso, warga Lamongan yang mengalami luka berat dan Herman, warga Probolinggo dinyatakan meninggal dunia.
Keduanya kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan lebih lanjut dan keperluan visum.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membenarkan peristiwa tersebut. Setelah mendapat laporan daei warga melalui Lapor Pak Kapolres Cak Rama, pihaknya segera memerintahkan anggota meluncur ke lokasi.
“Ya benar, kita mendapat laporan dari Lapor Cak Rama ada dua pria diduga melakukan pencurian sepeda motor di amuk masa. Kita respon kurang dari 5 menit anggota sudah dilokasi,” kata AKBP Ramadhan kepada awak media.
Ramadhan menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus dugaan curanmor tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu satu terduga pelaku lainnya yang masih menjalani perawatan akibat amukan masa.
“Masih akan memeriksa satu terduga pelaku lainnya yang masih menjalani perawatan. Mohon waktu ya,” tambahnya.
Ramadhan mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan atua main hakim sendiri. Jika menemukan hal tindakan yang menganggu situasi kamtibmas segera melaporkan ke Hotline Lapor Kapolres Cak Rama atau 110.(*)








