KabarBaik.co, Mataram – Tumpukan sampah kembali menggunung di sepanjang Jalan Raya Mataram–Senggigi, tepatnya di kawasan Bintaro, Ampenan, Kota Mataram. Kondisi ini menuai keluhan warga karena terjadi di jalur utama menuju kawasan wisata unggulan di NTB, sekaligus timbulnya kesan lemahnya pengelolaan sampah oleh Pemkot Mataram.
Alih-alih mencerminkan kota wisata yang bersih, pemandangan sampah berserakan justru menjadi wajah pertama yang dilihat wisatawan saat melintas menuju Senggigi. Bau busuk yang menyengat dan tumpukan sampah di tepi jalan dinilai mencederai citra pariwisata daerah dan berpotensi menurunkan kepercayaan pelaku usaha wisata.
Tauhid, seorang pengendara sekaligus pelaku pariwisata yang berdomisili di kawasan Senggigi, mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu.
“Ini jalur wisata, tapi yang terlihat justru tumpukan sampah. Bau busuknya menyengat, pemandangan rusak. Ini jelas memalukan bagi daerah yang mengandalkan pariwisata,” kata Tauhid, Rabu (4/2).
Tauhid menyebut sampah di lokasi tersebut sudah menumpuk selama berhari-hari. Meski sempat diangkut oleh petugas, kondisi bersih hanya bertahan sementara.
“Baru sehari diangkut, besoknya sudah menumpuk lagi. Ini bukan kejadian sekali dua kali, tapi berulang,” ujarnya.
Warga menilai persoalan ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan pengelolaan sampah, terutama di kawasan strategis pariwisata. Tumpukan sampah yang dibiarkan dan tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat berkembangnya bakteri dan penyakit, terutama saat musim hujan.
“Kalau dibiarkan, ini bukan cuma soal bau, tapi juga soal kesehatan masyarakat. Pemerintah seharusnya cepat tanggap, bukan membiarkan masalah berulang,” tambah Tauhid.
Warga mendesak Pemkot Mataram, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), untuk segera mengambil langkah darurat membersihkan jalur wisata Senggigi. Mereka juga meminta penataan ulang dan relokasi tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada di jalur utama wisata agar tidak lagi mencederai wajah pariwisata Lombok.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi.menyatakan bahwa TPS Bintaro saat ini masih dalam proses perbaikan dan penataan ulang seiring rencana pembangunan Koperasi Merah Putih.
“TPS Bintaro dipindahkan lebih ke belakang karena lahan di pinggir jalan digunakan untuk keperluan Koperasi Merah Putih. Saat ini kami masih melakukan pengerasan jalan masuk,” ujarnya.
Ia mengakui kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan pengangkut sampah dan kemacetan pada jam tertentu. Namun warga menilai alasan teknis tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran atas terjadinya penumpukan sampah berhari-hari di jalur wisata strategis.
DLH juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Mataram untuk mengatur arus lalu lintas di lokasi tersebut. (*)






