KabarBaik.co, Nganjuk – Suasana haru dan duka menyelimuti pemberangkatan ibadah haji di Nganjuk tahun ini. Dua calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada Rabu (20/5) meninggal dunia. Kedua jemaah tersebut diketahui merupakan warga Sawahan.
Kepala Kemenhaj Nganjuk Zainal Abidin Hanif Kamaloddin membenarkan adanya kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedua jemaah yang berpulang sudah berusia lanjut dan mengembuskan napas terakhir dalam waktu yang relatif berdekatan.
“Yang meninggal ada dua. Semuanya dari Sawahan. Namanya yang satu Sumiasih, yang kedua Pak Kailani. Ya karena sudah sepuh (tua),” ujar Zainal.
Mengingat kedua almarhum telah menyelesaikan seluruh proses pendataan dan tinggal menunggu hari keberangkatan, pihak Kemenag memastikan bahwa slot atau porsi haji mereka tidak akan hangus. Berdasarkan regulasi yang berlaku, hak keberangkatan tersebut akan dialihkan sepenuhnya kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Untuk jamaah yang meninggal itu nanti akan dilimpahkan, jadi porsinya itu akan dilimpahkan ke ahli waris,” jelas Zainal Abidin mengenai prosedur resmi bagi jemaah yang wafat sebelum berangkat.
Meski demikian, pihak Kemenag menambahkan bahwa para ahli waris dari kedua almarhum tidak bisa langsung berangkat menggantikan di musim haji tahun ini. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan waktu yang sangat mendesak untuk mengurus seluruh administrasi perpindahan porsi secara sistemik.
“Sebetulnya kalau tahun ini bisa, tapi waktunya, karena ini sudah kendala waktu, sehingga nanti insyaallah tahun depan. Proses ini kan harus melalui Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) dan sebagainya,” pungkasnya.
Kedua jemaah tersebut dilaporkan wafat sekitar tiga minggu yang lalu. Saat ini, pihak Kemenag Nganjuk tengah mempersiapkan koordinasi intensif dengan pihak keluarga agar proses pelimpahan porsi ke ahli waris berjalan lancar untuk musim haji tahun depan. (*)






