KabarBaik.co – Suasana Rapat Paripurna DPRD Gresik pada Jumat siang (29/8), mendadak berubah. Usai meneken nota kesepakatan dengan Baznas Gresik, para anggota dewan yang biasanya sibuk dengan berkas dan mikrofon, kali ini serempak merogoh saku. Satu per satu amplop berisi uang mereka masukkan ke kotak donasi yang disediakan Baznas.
Aksi spontan itu menjadi penanda awal kerjasama DPRD Gresik dengan Baznas dalam urusan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Hadir pula Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang sebelumnya kerap mempopulerkan penguatan program ZISWAF sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah.
Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, menyebut MoU ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, penguatan pengumpulan ZIS dari kalangan wakil rakyat dan ASN di Sekretariat Dewan akan diarahkan langsung untuk mendukung program-program sosial. “Dana yang terkumpul bisa diprioritaskan untuk beasiswa siswa kurang mampu, bedah rumah, bantuan korban bencana alam, hingga dukungan bagi usaha mikro,” kata Syahrul.
Kerjasama ini, lanjut dia, adalah wujud keterlibatan legislatif dalam memperkuat instrumen sosial-keagamaan di luar fungsi legislasi dan pengawasan. “Tujuan kesepakatan bersama ini demi terwujudnya peningkatan kerjasama yang terpadu dan berkesinambungan untuk mewujudkan daya guna dan hasil guna ZIS,” ujarnya.
Baznas Gresik sendiri baru saja mengantongi penghargaan nasional atas keberhasilannya menjalankan program percepatan penuntasan kemiskinan ekstrem. Tidak hanya lembaganya, Bupati Fandi Akhmad Yani juga memperoleh penghargaan serupa berkat komitmennya memperkuat ZISWAF sebagai pilar pendukung pembangunan sosial.
Kerjasama DPRD dan Baznas ini menjadi fase baru. Selama ini, urusan zakat lebih sering diidentikkan dengan birokrasi eksekutif atau lembaga keagamaan. Kali ini, para wakil rakyat ikut turun tangan bahkan dengan aksi nyata di ruang paripurna. (*)