Ekonom Bank Mandiri Optimistis Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5 persen di Tengah Tekanan Global

oleh -189 Dilihat
IMG 20250828 WA0016
Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berpeluang tumbuh sekitar 4,96 persen –5 persen.

KabarBaik.co – Perekonomian Indonesia terus menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian global. Hingga triwulan II 2025, laju pertumbuhan ekonomi nasional masih terjaga, ditopang oleh konsumsi masyarakat dan investasi yang meningkat signifikan.

Di sektor keuangan, intermediasi perbankan tumbuh moderat. Kredit perbankan mencatat kenaikan 7,03 persen year on year (yoy) per Juli 2025, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,00 persen yoy.

Rasio loan to deposit (LDR) tercatat 86,5 persen, menandakan likuiditas industri perbankan berada pada level sehat.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menegaskan pihaknya akan terus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sepanjang 2025.

“Kredit wholesale Bank Mandiri hingga Mei 2025 tumbuh 15,8 persen yoy, jauh di atas rata-rata industri sebesar 8,43 persen. Kredit perumahan (KPR) naik 14,2 persen yoy, sementara kredit ritel tumbuh 8,95 persen yoy. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL hanya 1,06 persen, lebih rendah dari rata-rata industri,” ujar Ari dalam acara Mandiri Economic Outlook Q3 2025 di Jakarta, Kamis (28/8).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II 2025 tumbuh 5,12 persen yoy, meningkat dibandingkan triwulan I 2025 sebesar 4,87 persen.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan, didorong momen Lebaran dan tahun ajaran baru. Konsumsi tumbuh 4,97 persen yoy, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 4,89 persen.

Investasi juga melonjak tajam, tumbuh 6,99 persen yoy dari sebelumnya hanya 2,12 persen. Lonjakan ini terutama terlihat pada impor barang modal seperti mesin dan peralatan.

“Tren konsumsi masyarakat kini semakin bergeser ke arah experience-based, seperti makan di luar, bepergian, dan transportasi. Belanja transportasi bahkan tumbuh hingga 71 persen yoy,” terang Andry.

Namun, ia mencatat pasca-libur sekolah, konsumsi kembali mengarah pada kebutuhan pokok. Hingga pekan ketiga Agustus, belanja di supermarket tumbuh 4,2 persen, menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok belanja lainnya.

Selain konsumsi dan investasi, ekspor juga mencatat kinerja positif. Eksportir Indonesia memanfaatkan momentum sebelum penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat. Sementara belanja pemerintah mulai membaik meski masih terkontraksi tipis -0,33 persen yoy.

Dari sisi harga, inflasi Juli 2025 berada di level 2,37 persen yoy, relatif terkendali meski dipengaruhi biaya pendidikan dan pangan.

Pasar keuangan pun mulai stabil berkat masuknya aliran modal asing. Kondisi ini memberi ruang bagi Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen pada Agustus 2025.

“Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berpeluang tumbuh sekitar 4,96 persen–5 persen. Namun, untuk menjaga momentum, diperlukan kebijakan countercyclical yang bisa memberi bantalan menghadapi tekanan global,” jelas Andry.

Menurutnya, kebijakan moneter Bank Indonesia masih berpotensi akomodatif selama inflasi terkendali dan risiko eksternal dapat dimitigasi. Sementara kebijakan fiskal perlu dipercepat, terutama realisasi belanja negara, agar dapat menjadi penopang pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.