KabarBaik.co – Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi, melontarkan kritik dan masukan terhadap kondisi Pudak Galeri yang hingga kini belum menunjukkan manfaat signifikan bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya ke lokasi beberapa hari lalu, ia menyesalkan besarnya anggaran yang telah digelontorkan namun tidak diimbangi dengan pemanfaatan yang jelas.
“Output-nya sampai hari ini belum kelihatan. Mau dikemanakan Pudak Galeri itu?” ujar Hamdi saat dimintai tanggapan pada Minggu, (25/5). Ia mempertanyakan fungsi dan arah kebijakan pemerintah terhadap bangunan yang berdiri di jalur strategis jantung Kota Gresik tersebut.
Menurut politisi PKB itu, ketidakjelasan peruntukan bangunan saat ini membuat potensi Pudak Galeri terbuang sia-sia. Ia menyebut, lokasi tersebut bisa dialihfungsikan sebagai mall pelayanan publik atau bahkan pusat komando (command center), mengingat letaknya yang berdekatan dengan kantor DPRD dan Alun-alun Gresik.
“Kalau digunakan untuk menunjang sarana dan prasarana pariwisata, kita akan dorong regulasinya. Sayang sekali kalau dibiarkan sepi seperti ini,” imbuhnya.
Hamdi juga menerangkan bahwa dirinya punya angan-angan jika alangkah baiknya agar pemerintah kabupaten mengeluarkan surat edaran kepada lembaga pendidikan tingkat KB hingga SD untuk mengadakan kunjungan edukatif ke Pudak Galeri.
Baginya, hal itu bisa menjadi upaya konkret menghidupkan destinasi sekaligus ajang promosi wisata lokal. Mengingat disana ada bus wisata Bandar Grissee yang saat ini melayani rute khusus di Kawasan Wisata Heritage Bandar Grissee di tujuh jalan utama desa dan kelurahan Kecamatan Gresik.
“Kajian komprehensif antar-stakeholder perlu segera dilakukan agar tempat ini tidak jadi musproh. Eman-eman,” tegasnya.
Dari pantauan lapangan, bangunan yang digadang-gadang sebagai ikon oleh-oleh khas Gresik itu justru tampak mati suri. Hanya satu stan penjual jajanan yang berdiri tanpa penjaga maupun pembeli.
Bahkan, petugas UPT Destinasi Wisata Terpadu Gresik, Yadi, mengaku bahwa masyarakat yang melintas kerap tak menyadari keberadaan Pudak Galeri.
“Tampak seperti bangunan biasa. Kalau melintas, ya nggak tahu kalau ini tempat pudak,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.
Warga yang kerap beristirahat di sekitar lokasi menyampaikan hal serupa. “Ini memang pemandangan sehari-hari. Namanya saja yang Pudak,” katanya.(*)