KabarBaik.co – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengevaluasi peraturan lalu lintas (lalin) di sekitar Pasar Oro-Oro Dowo. Dia mengungkapkan bahwa kepadatan kendaraan di area tersebut tidak hanya terbatas di pasar, tetapi juga meluas hingga Jalan Merbabu sampai area Hotel Salimar.
“Intensitas kendaraan yang datang dari dua arah sebelumnya sangat tinggi dan berisiko menyebabkan kecelakaan. Jika tidak diatur, lalu lintas bisa menjadi kacau dan mengancam keselamatan pengendara,” jelas Widjaja dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Mini Block Office, Kota Malang, Kamis (28/8).
Widjaja menegaskan, salah satu masalah yang harus diperhatikan adalah pengaturan lokasi parkir yang lebih baik. Sehingga difokuskan untuk pengunjung pasar, bukan pedagang, agar lalu lintas kendaraan dapat berjalan lebih lancar. “Bagian selatan akan diarahkan untuk mobil, sedangkan bagian utara untuk sepeda motor,” kata Widjaja.
Selain itu, Widjaja juga memikirkan solusi untuk akhir pekan. Sebab, saat Sabtu dan Minggu lalu lintas di area ini biasanya bersamaan dengan kegiatan gereja dan car free day (CFD). “Di sepanjang Hutan Malabar memang diperbolehkan parkir mobil, tetapi hanya mampu menampung 7 hingga 8 kendaraan. Hal ini memang berpengaruh secara teknis, tetapi hanya pada jam-jam tertentu,” paparnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo, Arif mengatakan, penerapan jalur satu arah cukup efektif untuk mengurangi kemacetan. Namun, dia mengeluhkan pengaruhnya terhadap aktivitas jual beli. “Sistem ini memang bisa mengurangi kemacetan, tetapi membuat dagangan jadi sedikit sepi. Kami berharap ada solusi yang seimbang, sehingga pedagang juga dapat merasakan manfaatnya,” tutur Arif.
Sebagai langkah selanjutnya, Dishub Kota Malang berencana memasang tanda arah menuju Pasar Oro-Oro Dowo di beberapa lokasi, termasuk di Jalan Anjasmara. Langkah ini diambil untuk mempermudah pengunjung pasar serta mengawasi praktik parkir ilegal. (*)