Fenomena Kemarau Basah, Cuaca di Jatim Masih Didominasi Awan dan Hujan

oleh -131 Dilihat
WhatsApp Image 2025 09 05 at 6.53.30 AM
Ilustrasi cuaca cerah berawan

KabarBaik.co, Sidoarjo– Langit pagi di Jatim tampak enggan menampakkan terik matahari. Sejak pagi, sebagian besar wilayah diselimuti mendung, bahkan hujan masih turun di sejumlah daerah meski saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, Sabtu (11/4), kondisi cuaca di Jatim cenderung tidak biasa. Alih-alih panas khas kemarau, justru awan tebal dan hujan ringan mendominasi sejak siang hingga sore hari di banyak wilayah.

Sejumlah daerah seperti Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, hingga Mojokerto diprakirakan mengalami hujan ringan mulai menjelang siang. Bahkan di wilayah dataran tinggi seperti Kota Batu, hujan dapat disertai petir pada siang hingga sore hari.

Sementara itu, wilayah perkotaan seperti Surabaya dan Sidoarjo cenderung berawan sepanjang hari, dengan potensi hujan ringan pada siang hingga sore sebelum kembali cerah berawan pada malam hari.

Kondisi ini menunjukkan dampak fenomena iklim global seperti El Nino yang saat ini tidak terlalu terasa signifikan di Jatim. Justru, pola cuaca yang terjadi mengarah pada apa yang dikenal sebagai “kemarau basah”, di mana hujan masih sering turun meski sudah masuk musim kemarau.

Suhu udara di Jatim berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi, mencapai 60 hingga 98 persen. Angin umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan ringan hingga sedang.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup dinamis, terutama potensi hujan tiba-tiba di siang hingga sore hari yang dapat mengganggu aktivitas harian. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.