KabarBaik.co, Malang – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan kelas internasional serta program double degree. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Dekan FIA UB, Hamidah Nayati Utami mengatakan, saat ini fakultas yang dipimpinnya memiliki 11 program studi yang terdiri dari enam program sarjana, tiga program magister, dan dua program doktor. “Untuk semester ganjil mendatang, kami sudah mendapatkan izin serta akreditasi untuk pembukaan program magister di kampus Jakarta. Dengan demikian, semester depan FIA UB akan memiliki total 13 program studi,” ujar Hamidah.
Ia menjelaskan, seluruh program studi di FIA UB telah terakreditasi internasional. Penguatan kelas internasional serta program double degree menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat global.
Menurutnya, kerja sama akademik dengan berbagai universitas di luar negeri akan membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara. Hal ini juga dinilai mampu memperluas perspektif mahasiswa dalam memahami ilmu administrasi dalam konteks global.
“Program double degree ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan akademik internasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami menyiapkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam perumusan kebijakan di bidang administrasi publik maupun administrasi bisnis,” jelasnya.
Hamidah menambahkan, penguatan kelas internasional dan kerja sama pendidikan tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Universitas Brawijaya dalam memperluas jejaring akademik internasional serta meningkatkan reputasi perguruan tinggi di tingkat global.
Program double degree di FIA UB sendiri telah dimulai sejak 2007 melalui kerja sama dengan enam universitas di Jepang. Kemudian pada periode 2010 hingga 2015, kerja sama tersebut diperluas dengan dua universitas di Thailand.
Saat ini, hingga 2026, program double degree masih berjalan melalui kerja sama dengan dua universitas di Jepang. Sejumlah mahasiswa FIA UB bahkan telah menjalani studi di Jepang, sementara sebagian lainnya menyelesaikan program double degree di Malang sejak 2025.
“Pada tahun 2026 kami juga menambah mitra universitas di Australia. Saat ini sudah ada mahasiswa yang sedang studi di kampus Malang dan semester depan akan melanjutkan program degree di universitas mitra di Jepang dan Australia,” ungkapnya.
Selain itu, FIA UB juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan universitas di Selandia Baru untuk program sarjana. Diharapkan mulai tahun depan sudah ada mahasiswa yang mengikuti program double degree di negara tersebut.
Hamidah menambahkan, pelaksanaan program double degree ini mendapat dukungan penuh dari universitas, termasuk melalui pendanaan beasiswa dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia atau Bappenas yang telah berjalan sejak 2007 hingga saat ini.
“Di tingkat universitas, kami juga bekerja sama dengan berbagai unit di bawah Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya untuk mendukung penyelenggaraan program ini,” pungkasnya. (*)








