KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus menggenjot penanggulangan banjir Kali Lamong. Dalam gelaran Safari Ramadan IV Forkopimda Gresik di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, pada Senin (17/3) tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa proyek pengendalian banjir masih berjalan dengan melibatkan kerja sama beberapa daerah, yakni Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.
Hadir dalam acara ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Cerme Umar Hasyim, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib.
Dalam sambutannya, Camat Cerme Umar Hasyim mengapresiasi upaya Forkopimda yang telah berupaya menangani banjir di wilayahnya dalam tiga hingga empat tahun terakhir.
Salah satu bukti konkret adalah pembangunan kolam retensi di Desa Tambakberas seluas 5 hektare. Selain sebagai penampungan air, kolam ini juga dimanfaatkan untuk kebutuhan petani.
Sekda Gresik menjelaskan bahwa proyek aglomerasi pengendalian banjir Kali Lamong bersama para kepala daerah lain sedang dalam tahap penghimpunan anggaran. Total dana yang diprediksi dapat terkumpul mencapai Rp 1,75 triliun.
“Untuk pembangunan kolam retensi kedepan, akan menggunakan dana dari pusat. Sedangkan dana dari daerah dikhususkan pada pembebasan lahannya,” ujar Washil.
Dalam sesi dialog, seorang warga yang mewakili petambak di Tambakberas mengeluhkan adanya rembesan air dari tanggul kolam retensi yang menyebabkan tambaknya tergenang. Selain itu, akses jalan menuju tambak juga ikut terdampak.
Menanggapi keluhan ini, Sekda Gresik langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gresik untuk segera menangani permasalahan tersebut sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Menurut saya masalah ini dapat segera ditangani dengan mudah oleh dinas PU. Masalah ini juga tidak membutuhkan dana yang sangat besar, jadi tolong sebelum lebaran harus sudah selesai masalah ini” tegas Washil.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda juga mengungkapkan arahan Presiden terkait efisiensi anggaran tahun 2025. Pemangkasan terbesar terjadi pada operasional perjalanan dinas OPD, sementara dana hasil efisiensi akan dialokasikan untuk perbaikan sekolah, peningkatan layanan kesehatan, serta infrastruktur jalan desa.
Di sektor kesehatan, Pemkab Gresik menargetkan seluruh 32 puskesmas di Gresik memiliki fasilitas rawat inap. Di tingkat desa, Pemkab juga merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah.
Acara Safari Ramadan ditutup dengan tausiyah, doa bersama, dan buka puasa bersama antara Forkopimda dan masyarakat setempat.(*)







