Forum Kontra Radikalisme, Polres Gresik Hadirkan Eks Napiter Perakit Bom Asal Pasuruan

oleh -225 Dilihat
a6b39017 1cc3 4ae4 a3af 2cb0b065f9c4
Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago dan eks napiter Wildan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Sebuah kisah kelam disampaikan langsung oleh mantan narapidana terorisme (napiter) dalam kegiatan kontra radikalisme yang digelar oleh Tim Subsatgas Banops Humas Polri di Polres Gresik, Kamis (28/8).

Bertempat di Ruang Rupatama Sarja Arya Racana Mapolres Gresik, forum ini mengangkat tema “Terorisme Musuh Kita Bersama” dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

Sejumlah pejabat tampak hadir antara lain Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta tokoh agama dan masyarakat dari berbagai organisasi, seperti MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, FKUB, hingga pengasuh pondok pesantren di wilayah Gresik.

Namun perhatian peserta forum tertuju pada sosok Wildan, mantan napiter asal Pasuruan yang kini dikenal sebagai pegiat kontra radikalisme. Dengan lugas, ia membagikan perjalanan hidupnya yang pernah terjerumus dalam jaringan ekstremisme hingga ke medan konflik di Timur Tengah.

“Saya sadar, apa yang saya jalani bukanlah perjuangan, melainkan jalan yang menjerumuskan. Ekstremisme justru banyak menyasar anak muda dengan kondisi rapuh: broken home, haus pengakuan, atau salah dalam memilih pergaulan,” ungkap Wildan, yang pernah menjadi sniper dan perakit bom di Mosul, Irak pada tahun 2013.

Wildan menyebut, proses radikalisasi sering kali dimulai dengan tanda-tanda yang tampak sepele. Mulai dari perubahan sikap, menjauh dari lingkungan, hingga munculnya pandangan bahwa mereka yang berbeda adalah musuh. “Saat itu terjadi, segeralah waspada. Itu awal jebakan,” pesannya.

Kini, ia beralih peran. Wildan menjalani hidup sebagai barista, menulis buku, dan aktif menjadi dosen tamu dalam berbagai forum edukasi. Ia menjadikan pengalaman kelamnya sebagai bahan refleksi, khususnya bagi generasi muda yang menjadi sasaran empuk propaganda digital.

Diskusi semakin hidup saat tokoh-tokoh lokal, seperti Ketua Formagam Gresik Joko Pratomo dan Sekretaris PD Muhammadiyah Gresik Yusuf Ahmad Sabri, turut menyuarakan kekhawatiran tentang penyebaran paham radikal melalui media sosial.

Wildan pun mengamini hal tersebut. “Media sosial kini menjadi pintu utama rekrutmen. Mereka menggunakan akun palsu, menyajikan konten yang tampak baik, namun sesungguhnya menjebak,” jelasnya.

Kombes Pol Erdi A. Chaniago dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan di ruang maya. “Tujuan kami hadir di sini adalah untuk memberi peringatan. Aksi radikal sangat berbahaya bagi ketertiban masyarakat. Generasi muda, terutama santri, harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Kombespol Erdi memperkuat peringatan itu. “Hati-hati dengan akun-akun palsu. Jangan mudah percaya, apalagi menyebarkan konten tanpa tahu asal-usulnya. Bijaklah dalam bermedsos,” tegasnya di hadapan peserta, yang sebagian besar merupakan kalangan muda dan santri.

Melalui kegiatan ini, Polres Gresik menegaskan bahwa upaya melawan radikalisme bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tugas bersama seluruh elemen bangsa.

Kisah Wildan menjadi pengingat bahwa siapa pun bisa terseret dalam jerat ekstremisme. Namun pada saat yang sama, siapa pun juga bisa memilih untuk keluar dan menjadi agen perubahan. “Kelompok teroris hanya menunggu waktu yang tepat untuk bangkit. Karena itu, kewaspadaan kita bersama adalah kunci,” pungkasnya.

Sementara itu, Kompol Danu Anindhito menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat deteksi dini terhadap potensi ancaman. “Radikalisme adalah ancaman nyata yang dapat merusak Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus memanfaatkan teknologi informasi untuk deteksi dini,” ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.