Gagal di Piala AFF, Timnas Indonesia Berpeluang Tampil Penuh di FIFA ASEAN Cup 2026

oleh -277 Dilihat
BANG JAY
Jay Idzes, salah satu pilar utama Timnas Indonesia (istimewa)

KabarBaik.co, Jakarta — Kegagalan Timnas Indonesia menembus semifinal Piala AFF 2026, belum merupakan akhir penutup cerita. Kesempatan untuk bangkit datang melalui FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen baru di bawah naungan FIFA yang akan digelar pada 23 September hingga 3 Oktober mendatang. Bahkan Indonesia menjadi tuan rumahnya,

Yang membuat asa semakin terbuka adalah kemungkinan kembalinya sejumlah pemain utama. Sebelumnya mereka tidak masuk dalam skuad Piala AFF 2026.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan Timnas Indonesia berpeluang menurunkan kekuatan terbaik pada FIFA ASEAN Cup 2026. Berbeda dengan Piala AFF, ajang tersebut merupakan agenda resmi FIFA sehingga peluang klub melepas pemain untuk memperkuat tim nasional menjadi lebih besar.

“Kalau melihat dari (ajang FIFA ASEAN) seperti ini, pasti kan semua pemain terbaik akan bisa bermain. Dan kita harapkan tentu prestasinya bisa maksimal,” kata Erick Thohir kepada awak media seusai rapat koordinasi lintas instansi terkait FIFA ASEAN di Jakarta, Senin (10/8).

Pernyataan Erick itu kembali terasa menjadi angin segar setelah hasil mengecewakan di Piala AFF 2026. Timnas Indonesia gagal melaju dari fase grup dan kembali harus menerima kenyataan pahit setelah gagal menembus semifinal pada edisi sebelumnya. Bahkan, sudah selama 30 tahun tidak pernah angkat trofi di turnamen regional kawasan Asia Tenggara sekalipun.

Kegagalan tersebut memicu sorotan tajam dari publik. Ekspektasi terhadap Timnas Indonesia sebelumnya begitu tinggi setelah skuad Garuda diperkuat sejumlah pemain naturalisasi dan ditargetkan mampu meraih gelar. Nyatanya, kandas setelah kalah 0-3 dari Vietnam dan bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Tim Merah Putih hanya menang saat melawan Kamboja dan Timor Leste.

Kini, peluang memperbaiki citra sekaligus menjawab kritik publik terbuka melalui FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut.  Berdasarkan catatan redaksi, sejumlah nama yang menjadi bagian dari kekuatan utama Timnas Indonesia dan tidak bergabung dalam skuad Piala AFF 2026 antara lain kiper Emil Audero, Marin Paes, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Joey Pelupessy, Kevin Diks, Calvin Verdonk, dan Ole Romeny.

Namun, sejauh ini kehadiran nama=nama tersebut tentu belum dapat dipastikan. Pasalnya, komposisi akhir skuad tetap bergantung pada keputusan pelatih, kondisi pemain, serta dinamika menjelang turnamen. Erick pun menegaskan bahwa pemanggilan pemain terbaik tetap akan menyesuaikan perkembangan situasi.

BACA JUGA: Gagal di Piala AFF 2026, ”Empty the Stadium” Mengemuka

Yang pasti, Erick menaruh optimismenya. “Kalau bisa tim nasionalnya juga berprestasi dengan baik, ya ini hal-hal yang tentu kita harapkan,” ujar pria yang juga menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

Dengan status sebagai agenda resmi FIFA, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung penting bagi timnas Indonesia untuk melakukan pembuktian. Apalagi, Garuda tidak hanya berstatus sebagai peserta, tetapi juga bertindak sebagai tuan rumah. Dua kota akan menjadi lokasi penyelenggaraan, yakni Jakarta dan Bandung.

Pertandingan di Jakarta akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), sedangkan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, menjadi arena pertandingan di Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kesiapan Stadion Si Jalak Harupat beserta sejumlah fasilitas latihan, di antaranya Stadion ITB, Stadion Arcamanik, dan Stadion Sidolig. Stadion Unpad serta lapangan IPDN Jatinangor juga disiapkan sebagai alternatif.

BACA JUGA: Sepak Bola Indonesia: Alasan Rasional untuk KLB

Sementara Jakarta menyiapkan sejumlah lapangan latihan, termasuk Lapangan Banteng, Lapangan Soemantri Brodjonegoro, serta Lapangan 1 dan 2 Jakarta International Stadium.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri memiliki format berbeda dari turnamen sepak bola pada umumnya. Indonesia tergabung dalam Premier Division, bersama Malaysia, India, dan Singapura di Grup A. Adapun Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.

Dalam format tersebut, hanya juara grup yang berhak melaju langsung ke final. Tidak ada babak semifinal, sehingga setiap pertandingan di fase grup memiliki nilai yang sangat penting.

Situasi itu membuat Indonesia tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Dengan kemungkinan hadirnya sejumlah pilar utama, Garuda dituntut segera bangkit dan tampil lebih konsisten menjawab ekspektasi publik.

Bagi Erick Thohir dan PSSI, FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi kesempatan untuk menjawab kekecewaan publik setelah kegagalan di Piala AFF.

Setelah gagal memenuhi ekspektasi di turnamen regional, bermain di hadapan pendukung sendiri dengan skuad yang berpotensi lebih lengkap menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengubah tekanan menjadi pembuktian. Apalagi, Indonesia akan mencatat sejarah sebagai tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup.

Kini, publik tinggal menunggu. Spakah janji untuk menghadirkan kekuatan terbaik benar-benar terwujud? Jika para pilar utama yang absen di Piala AFF kembali bergabung, Garuda memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa kegagalan di turnamen sebelumnya bukan gambaran sebenarnya dari kekuatan Timnas Indonesia.

Namun, sebaliknya, jika kembali kandas bukan tidak mungkin sorotan makin membuncah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.