KabarBaik.co – Kelompok gangster kembali membuat onar di wilayah Kabupaten Gresik. Bahkan mereka beraksi di dua lokasi sekaligus yakni Desa Lowayu, Kecamatan Dukun dan Desa Ketanen, Kecamatan Panceng. Dua pemuda dibacok dan tiga HP dirampas.
Aksi anarkis tersebut terekam kamera CCTV di Desa Ketanen. Saat itu korban Ahmad Zaki Syarifuddin, 22 tahun, warga Penceng datang ke warung nasi goreng sekitar pukul 01.30 WIB.
Saat korban hendak masuk ke warung, tiba-tiba sekitar 10 sepeda motor yang ditumpangi sekitar 20 orang berhenti di tengah jalan dari arah selatan. Para pelaku kemudian turun dan langsung menarik pakaian korban.
Aksi tersebut disaksikan penjual nasi goreng dan seorang pengunjung warung. Situasi begitu mencekam ketika para pelaku melempari warung dengan batu.
Kedua saksi langsung menyelamatkan diri masuk ke dalam warung. Sementara Zaki diseret ke halaman depan.
Zaki kemudian dipukuli secara brutal oleh para pelaku dan dipaksa melucuti pakaian bagian atas hingga telanjang dada. Tidak berhenti di situ, para pelaku juga merampas HP korban.
Beberapa pelaku bahkan masuk ke dalam warung dan juga mengambil HP milik pemilik warung dan pengunjung.
Usai melakukan pengeroyokan dan perampasan, gerombolan itu langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah utara. Korban ditinggalkan tergeletak di halaman warung dalam kondisi berlumuran darah.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala hingga harus mendapatkan delapan jahitan, memar pada mata kiri, lecet di pipi kiri, serta memar di tangan kiri.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Panceng untuk mendapatkan perawatan medis sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panceng.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pihaknaya telah mengantongi ciri-ciri para pelaku.
“Benar memang ada penganiayaan dan perampasan itu. Saat ini para pelaku sedang dalam proses penyelidikan dan pengejaran,” ujarnya, Senin (5/12).
Dari hasil penyelidikan, ternyata gerombolan tersebut juga melakukan aksi anarkis di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun. Seorang korban asal Lamongan mengalami luka bacok di bagian punggung.(*)







