Dari Dapur Rumahan ke Pasar Dunia, Garlickys Buktikan UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Platform Digital

oleh -80 Dilihat
Garlickys, UMKM Surabaya yang naik kelas dan ekspor berkat platform digital

KabarBaik.co, Surabaya – Pemanfaatan platform digital kini menjadi salah satu kunci utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang dan memperluas pasar.

Hal tersebut dibuktikan oleh Nico Njoto Wijaya, pemilik brand bumbu dapur asal Surabaya, Garlickys, yang berhasil membawa usahanya tumbuh pesat hingga menembus pasar internasional.

Berawal dari hobi membuat garlic butter rumahan, Nico mulai memasarkan produknya melalui marketplace pada 2019. Saat itu, Garlickys masih dijalankan secara sederhana dengan skala produksi terbatas.

Namun, konsistensi dalam membaca tren pasar, memperbaiki kualitas produk, serta meningkatkan tampilan kemasan perlahan mendorong bisnisnya berkembang signifikan.

Kini, Garlickys menjadi salah satu produk bumbu dapur yang cukup dikenal di ranah digital. Nico mengungkapkan, strategi fokus pada penjualan online memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usahanya.

“Di hari biasa, kami bisa melayani 400 sampai 500 pesanan per hari dari satu marketplace. Saya menggunakan tiga aplikasi, jadi totalnya bisa mencapai sekitar 1.500 pesanan setiap hari,” ujarnya, Sabtu (21/2).

Lonjakan penjualan semakin terasa saat momentum belanja besar seperti Ramadan maupun kampanye tanggal kembar. Pada periode promosi 12.12, misalnya, penjualan Garlickys dapat meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan hari normal.

Keberhasilan memaksimalkan berbagai fitur marketplace juga mengantarkan Garlickys meraih penghargaan Shopee Super Awards 2025 dalam kategori Super Growing Export. Pertumbuhan bisnisnya bahkan tercatat melampaui 213 persen.

Melalui program ekspor yang difasilitasi platform digital, produk rempah khas Jawa Timur tersebut kini telah menjangkau konsumen di sejumlah negara, seperti Swiss, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. Sepanjang 2025, volume penjualan ekspor Garlickys meningkat hingga 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, data penjualan digital juga membuka wawasan baru mengenai perilaku konsumen. Nico mengaku awalnya menargetkan ibu rumah tangga sebagai pasar utama, namun analisis marketplace menunjukkan tingginya minat konsumen laki-laki yang mencari bumbu praktis untuk kebutuhan diet dan gaya hidup sehat.

Di tengah persaingan ketat industri bumbu instan, Nico memilih tidak terjebak dalam perang harga. Ia lebih menekankan kualitas produk, konsistensi rasa, serta kecepatan pengiriman sebagai faktor utama menjaga loyalitas pelanggan.

Saat ini, Garlickys telah memiliki 41 varian produk rempah dan mempekerjakan sekitar 15 karyawan. Perjalanan bisnis tersebut menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki peluang besar bersaing di pasar global, selama mampu beradaptasi dengan teknologi dan ekosistem digital.

Meski demikian, Nico mengakui ada tantangan dalam berjualan online, termasuk potongan biaya platform yang mendekati 20 persen. Kondisi tersebut membuat harga jual produk di marketplace harus sedikit lebih tinggi dibandingkan penjualan offline.

“Namun bagi kami, jangkauan pasar yang luas dan peluang ekspor yang terbuka jauh lebih besar manfaatnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.