KabarBaik.co, Jember – Kondisi sarana pendidikan di SDN Dukuh Mencek 1, Jember, kian memprihatinkan. Akibat sejumlah ruang kelas rusak berat hingga ambruk, para siswa kini terpaksa mengungsi dan belajar di mushola, perpustakaan, hingga ruang kepala sekolah demi melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kepala SDN Dukuh Mencek 1 Siti Yulaika, mengungkapkan bahwa ambruk susulan pada bangunan sekolah terjadi pada Minggu malam, 10 Mei 2026. Padahal, kerusakan awal pada struktur gedung tersebut sudah berlangsung sejak awal tahun 2021.
“Gedung yang ambruk susulan terjadi hari Minggu malam kemarin. Kalau kerusakan awalnya sebenarnya sudah terjadi sejak awal 2021,” ujar Siti saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/5).
Pihak sekolah mengaku telah berulang kali mengajukan bantuan perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) ke dinas terkait, namun hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi.
“Kami sudah mengajukan bantuan DAK berkali-kali ke dinas. Tapi mungkin belum rezeki, jadi sampai sekarang belum dapat,” keluhnya.
Saat ini, terdapat dua ruang kelas yang mengalami rusak berat dan tiga ruang kelas lainnya rusak ringan. Kondisi ini membuat pihak sekolah memutar otak untuk mengatur jadwal belajar harian.
Opsi membagi kelas menjadi sif pagi dan siang sempat dipertimbangkan, namun ditolak oleh mayoritas orang tua siswa.
“Kalau dibuat masuk bergantian pagi dan siang, banyak wali murid yang keberatan. Jadi solusi sementaranya, murid-murid terpaksa menempati ruangan yang ada secara darurat, seperti musala, perpustakaan, hingga ruang kerja saya sendiri,” jelas Siti.
Siti menambahkan, SDN Dukuh Mencek 1 kabarnya telah masuk dalam program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di era pemerintahan Prabowo Subianto, yang ditargetkan berjalan hingga 2029.
Ia sangat berharap Pemerintah Kabupaten Jember maupun pemerintah pusat segera turun tangan agar para siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Merespons hal ini, Kasi Kurikulum dan Pelayanan SD Dinas Pendidikan Jember M. Irfan Zainul Amin, menyatakan bahwa sekolah tersebut memang sudah masuk dalam daftar usulan revitalisasi untuk tahun anggaran 2026.
“Berdasarkan data Dapodik milik SDN Dukuh Mencek 1, tercatat ada tiga ruangan berkondisi baik, satu ruang rusak sedang, dan tiga ruang rusak berat,” pungkas Irfan.(*)






