Gelar Diklat Bagi PPIH Arab Saudi, Ini yang Berbeda dari Tahun Lalu Menurut Kemenhaj RI

oleh -45 Dilihat
SAFARI WUKUF
ILUSTRASI: Petugas haji sedang merawat jemaah sakit di musim haji tahun lalu. (Foto: Kemenag)

KabarBaik.co – Mulai tahun ini persiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) melaksanakan Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) PPIH Arab Saudi dengan mengusung pola baru.

Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 2026 akan diselenggarakan selama 4 minggu, dimulai dengan pelatihan secara langsung di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta dari 10 hingga 30 Januari, kemudian dilanjutkan secara daring pada awal Februari hingga 9 Februari.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo mengatakan, perubahan model pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan petugas kepada jemaah haji. Pelatihan tahun ini akan lebih banyak diisi dengan kelas Tugas dan Fungsi (Tusi) layanan serta durasi pelatihan yang lebih panjang.

“Pelatihan PPIH Arab Saudi tahun ini akan lebih banyak sesi kelas Tusi layanan dibandingkan kelas besar. Manajemen kelas dan durasi pelatihan juga dibuat berbeda,” ujar Puji Raharjo dalam rilis resmi Kemehaj, Senin (11/1).

Menurut Puji Raharjo, aspek kedisiplinan peserta akan diperkuat dengan dukungan dari TNI dan Polri. Lamanya waktu pelatihan menuntut perhatian khusus terhadap stamina dan kesehatan peserta. Oleh karena itu, pengaturan jam istirahat menjadi hal penting dalam pelaksanaan diklat. “Dalam hal kedisiplinan, nanti akan dibantu oleh TNI/Polri,” katanya.

Puji Raharjo berharap melalui pelatihan ini seluruh peserta memiliki jiwa melayani yang sama, memahami dasar-dasar penyelenggaraan haji, menguasai fikih haji, serta mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab. ”Jam istirahat harus diperhatikan. Nantinya setiap gedung pelatihan akan dijaga oleh TNI/Polri selama 24 jam,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprdjo, menyampaikan bahwa jumlah peserta calon petugas haji tahun ini mencapai 1.554 orang. Dia menekankan peran strategis fasilitator sebagai teladan bagi peserta diklat. “Fasilitator harus menjadi suri teladan dan mampu membentuk petugas yang siap melayani jemaah,” ujarnya.

Chandra menjelaskan, fasilitator diharapkan mampu mengarahkan peserta ke layanan yang tepat, termasuk lokasi registrasi. Selain itu, calon petugas haji yang mengikuti diklat akan mendapatkan pembekalan bahasa Arab dari sembilan orang pengajar khusus. “Selain fasilitator, calon petugas akan dilatih oleh sembilan pengajar bahasa Arab,” tegas Chandra. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.