Gempa NTT, Wamensos: Kami Upayakan Bantuan Cepat dan Siapkan Santunan Korban Meninggal

oleh -119 Dilihat
IMG 20260816 WA0027
Wamensos saat Rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Labuan Bajo, NTT (16/0). (Foto: Humas Kemendagri)

KabarBaik.co, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memobilisasi bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bantuan, santunan bagi korban meninggal dan luka-luka juga telah disiapkan.

Bantuan logistik digerakkan dari sejumlah gudang Kemensos dan Dinas Sosial setempat untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga terdampak.

“Kami terus menyiapkan dan menggerakkan logistik untuk penanganan bencana di NTT. Di NTT ada dua gudang yang menjadi titik mobilisasi, yaitu Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT,” ujar Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dalam keterangannya, Minggu (16/8).

Dari Sentra Efata Kupang, Kemensos memobilisasi berbagai kebutuhan bagi warga terdampak, mulai dari perlengkapan pengungsian, selimut, makanan, hingga pakaian, termasuk pakaian anak dan perempuan. Bantuan tersebut antara lain digeser menuju Kabupaten Nagekeo.

Sementara bantuan dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT didistribusikan ke Maumere, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur dan daerah lain sesuai kebutuhan di lapangan.

Agus Jabo menjelaskan, proses distribusi bantuan dari Kupang menuju sejumlah titik terdampak sempat menghadapi kendala karena kondisi gelombang laut yang masih tinggi sehingga kapal pengangkut belum dapat bergerak secara optimal.

“Untuk proses pengiriman memang ada kendala karena gelombang masih besar dan kapal belum bisa bergerak. Karena ada kendala pengangkutan, kami juga mengambil langkah melakukan pemenuhan kebutuhan melalui belanja di lokasi agar bantuan tetap bisa segera tersedia bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain bantuan, Kemensos juga sedang menyiapkan santunan bagi korban meninggal maupun luka. Berdasarkan laporan sementara, hingga Minggu (16/8) pukul 07.50 WITA, jumlah warga terdampak yang berada dalam penanganan kondisi pengungsian tercatat sebanyak 3.839 jiwa.

Sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal dunia dan 110 orang mengalami luka-luka. Proses pendataan terhadap korban serta dampak lainnya masih terus berlangsung.

Korban meninggal dunia tersebar di sejumlah wilayah, yakni:

– Kabupaten Manggarai: 24 jiwa
– Kabupaten Manggarai Timur: 17 jiwa
– Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
– Kabupaten Ngada: 1 jiwa
– Kabupaten Sikka: 3 jiwa
– Kabupaten Ende: 1 jiwa

Sejumlah titik pengungsian juga telah disiapkan bagi warga terdampak. Di antaranya di Stadion Gelora Samador di Kabupaten Sikka, wilayah Maumere, halaman Gereja Wolomarang, serta sejumlah lokasi lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.

Tim gabungan terus melakukan asesmen terhadap kondisi warga, kerusakan rumah, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta berbagai kebutuhan mendesak masyarakat. Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), serta menggerakkan bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

Laporan terbaru mencatat kerusakan meliputi:

– Rumah rusak berat: 159 unit
– Rumah rusak sedang: 47 unit
– Rumah rusak ringan: 167 unit
– Fasilitas pendidikan: 36 unit
– Fasilitas kesehatan: 211 unit
– Fasilitas umum: 11 unit
– Rumah ibadah: 5 unit
– Gedung perkantoran: 6 unit

Secara keseluruhan, untuk sementara Kemensos telah mengirim bantuan logistik dengan nilai sekitar Rp4,52 miliar.

Bantuan tersebut berasal dari Sentra Efata Kupang menuju Kabupaten Nagekeo senilai Rp 1,015 miliar, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menuju wilayah terdampak senilai Rp 541,6 juta, serta Gudang Pusat Kemensos Bekasi menuju Dinas Sosial Provinsi NTT senilai Rp 1,482 miliar. Selain itu, bantuan dari Gudang Pusat Kemensos Bekasi juga dikirim menuju Sentra Efata Kupang dengan nilai Rp 1,478 miliar.

Bantuan mencakup makanan siap saji, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, perlengkapan keluarga, shower kit, perlengkapan dapur, serta dukungan dapur umum lapangan.

Selain mengirim bantuan dari gudang, Kemensos juga menyiapkan pemenuhan kebutuhan melalui pengadaan langsung di wilayah terdampak. Sebanyak 500 paket bantuan disiapkan untuk Kabupaten Nagekeo dan 500 paket lainnya untuk Kabupaten Manggarai.

Kemensos juga menyiapkan tambahan beras reguler sebanyak 48 ton yang akan diarahkan ke sejumlah kabupaten terdampak.

Selain bantuan logistik, Kemensos telah melakukan sejumlah langkah penanganan berupa:

1. Melaksanakan asesmen dan pendataan warga terdampak serta tingkat kerusakan bangunan;
2. Membantu proses evakuasi korban meninggal dan korban luka;
3. Mendirikan tenda darurat bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara;
4. Menurunkan Tagana dan tim PSKB untuk pendataan serta verifikasi korban;
5. Melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait.

Agus Jabo mengatakan Kemensos juga tengah menyiapkan dan mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak selama masa penanganan darurat.

Dalam perkembangan terbaru, Pemerintah Kabupaten Manggarai telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 90 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026. Sementara, Pemerintah Kabupaten Sikka menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Agus Jabo memastikan Kemensos menyiapkan santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia. Santunan akan diberikan setelah proses pendataan dan verifikasi korban selesai dilakukan.

“Untuk santunan korban jiwa, Kemensos akan memberikan tali asih kepada ahli waris sebesar Rp 15 juta untuk setiap korban meninggal dunia. Kami meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial segera mendata dan melaporkannya kepada Kemensos supaya santunan bisa segera ditindaklanjuti dan diberikan kepada keluarga korban,” katanya.

Proses verifikasi dan validasi data korban meninggal dunia, korban luka, pengungsi, serta kerusakan bangunan hingga kini masih terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

Agus Jabo menegaskan Kemensos siap memenuhi kebutuhan penanganan yang diperlukan di lokasi bencana dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan stok logistik yang tersedia. “Prinsipnya, kalau ada yang menjadi kebutuhan di lokasi bencana, Kemensos siap memberikan dukungan. Kami sudah mempersiapkan logistik yang ada di gudang-gudang yang kami miliki,” katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.