KabarBaik.co – Pacitan diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 5,5. Gempa Pacitan dapat dirasakan hingga Mataram.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempabumi ini dirasakan di daerah Pacitan, Karangkates, Tulungagung dengan skala intensitas III – IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Daerah Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), daerah Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram dengan skala intensitas II (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
“Hingga pukul 08.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ),” kata Daryono, Selasa (27/1).
Gempa berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang Pacitan. Gempa terjadi pukul 08.20 WIB.
Gempa Pacitan berlokasi di titik koordinat 8.14 Lintang Selatan dan 111.33 Bujur Timur atau 25 km Timur Laut Pacitan. Gempa Pacitan berkedalaman 105 km dan tidak berpotensi tsunami. (*)








