KabarBaik.co, Sentul, — Peluang Jakarta Popsivo Polwan meraih tiket ke Final Four Proliga 2026 sektor putri terbuka lebar setelah kemenangan 3–1 atas Bandung BJB Tandamata, Kamis (19/2) malam. Namun, jalan menuju empat besar tetap bukan jaminan aman. Bahkan, bukan tidak mungkin bakal diwarnai ancaman tergelincir dari persaingan.
Kemenangan itu membuat Popsivo naik ke posisi ke‑4 klasemen dengan 17 poin dengan 11 laga, sementara dua tiket terakhir menuju Final Four masih diperebutkan ketat oleh tiga tim. Selain Popsivo Polwan sendiri, juga ada Jakarta Electric PLN Mobile dan Jakarta Livin Mandiri.
Persaingan makin dipanaskan oleh sisa jadwal pertandingan yang tersisa. Termasuk duel krusial Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia vs Jakarta Electric PLN Mobile yang digelar malam ini (20/2). Laga tegangan tinggi ini berpeluang mengubah konfigurasi klasemen jika Electric PLN menang.
Ancaman nyata bagi Popsivo Polwan adalah skenario matematis, jika Electric PLN menang atas Gresik dengan skor 3–0 atau 3–1, mereka akan naik menjadi 21 poin di klasemen. Sementara itu, jika Livin Mandiri memenangkan dua laga sisa mereka (vs Bandung BJB dan vs Electric PLN) dengan skor 3–0 atau 3–1, maka tim Yolla Yuliana dkk berpeluang meraih 22 poin di akhir fase reguler.
Di sisi lain, Popsivo Polwan, meskipun menang besar 3–0 atau 3‑1 atas Medan Falcons di laga terakhirnya pada 27 Februari, maka mereka hanya akan mengumpulkan 20 poin. Dalam skenario ini, Popsivo Polwan akan tertinggal dari dua pesaingnya dalam jumlah poin. Hal ini dapat menyebabkan tim Polri itu tergelincir dari posisi empat besar, karena Final Four hanya diambil empat tim teratas di klasemen akhir.
Performa Musim Lalu
Musim Proliga 2025 bagi Jakarta Popsivo Polwan adalah perjalanan penuh dinamika. Bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga komposisi pemain yang berubah seiring berjalannya kompetisi. Di awal musim, tim asuhan pelatih Gerardo Daglio ini menampilkan kombinasi harmonis antara pemain lokal berpengalaman dan dua legiun asing yang langsung menarik perhatian penggemar.
Kapten tim, Amalia Fajrina Nabila, menjadi figur sentral yang memimpin kelompok pemain lokalnya di lini depan, dibantu oleh pevoli seperti Fajriahni Ema Herawati, Dewa Ayu Agung Trisca Bhayangkara, Chelsa Berliana Nurtomo, dan Arsela Nuari Purnama. Nama‑nama mereka itu yang seringkali menjadi andalan dalam berbagai pertandingan fase reguler.
Untuk menambah daya serang dan pengalaman internasional, Popsivo Polwan awalnya mendatangkan dua pemain asing yang reputasinya sudah dikenal luas. Neriman Ozsoy, luar biasa dalam peran outside hitter, menjadi motor serangan tim dengan kemampuan spike dan blok yang kuat, sementara Bethania de La Cruz dari Republik Dominika juga menonjol sebagai pencetak poin andalan dalam beberapa pertandingan fase awal.
Duet mereka membantu tim melaju kencang di babak reguler. Bahkan mempertahankan rekor tak terkalahkan di putaran pertama. Namun, ketika kompetisi memasuki fase Final Four, manajemen tim memutuskan melakukan perubahan strategis di komposisi pemain asing. Kontrak Ozsoy dan De La Cruz berakhir, dan mereka berdua dilepas sebelum babak empat besar dimulai.
Sebagai gantinya, Popsivo Polwan kembali mendatangkan dua pemain asing asal Amerika Serikat untuk memberikan kekuatan baru di fase krusial: Madison Kingdon dan Jessica Mruzik. Keduanya sudah pernah tampil di kompetisi sebelumnya dan membawa pengalaman serta kontribusi besar di Final Four, terutama dalam serangan dan pencetak skor.
Selain perubahan di lini asing, skuad lokal juga semakin solid dengan masuknya kembali Yolla Yuliana, middle blocker berpengalaman yang sempat bermain di liga luar negeri sebelum bergabung dengan Popsivo menjelang fase akhir musim.
Secara keseluruhan, struktur tim Jakarta Popsivo Polwan di Proliga 2025 memadukan kepemimpinan pemain lokal senior seperti Amalia Fajrina Nabila dan Arsela Nuari Purnama, talenta muda yang berkembang seperti Fajriahni Ema Herawati dan Dewa Ayu Agung Trisca Bhayangkara, serta pemain asing berkelas dunia yang dirotasi untuk strategi berbeda di fase reguler dan Final Four.
Namun, semua upaya itu belum cukup untuk menaklukkan Jakarta Pertamina Enduro di Grand Final. Dalam pertandingan yang menegangkan, Popsivo Polwan kalah dengan skor 0‑3, sehingga gelar juara Proliga 2025 jatuh ke tangan Enduro.
Di Proliga 2025, kedua tim ini saling berhadapan beberapa kali sepanjang musim, termasuk di fase reguler, Final Four, dan Grand Final. Pertama kali mereka bertemu di fase reguler, di mana Pertamina Enduro berhasil meraih kemenangan 3‑1 atas Popsivo Polwan dengan skor 32‑30, 16‑25, 25‑16, 25‑18 — kemenangan yang membantu Enduro mengunci satu tiket Final Four.
Pertemuan berikutnya di Final Four justru menjadi milik Popsivo Polwan. Dalam laga penentu di babak ini, Popsivo menang dengan skor 3‑0 (25‑19, 25‑17, 26‑24), sekaligus memastikan tempatnya di Grand Final dan mengakhiri pertemuan babak Final Four di posisi atas.
Di puncaknya, pertemuan mereka terjadi lagi di Grand Final Proliga 2025. Pada laga penentu gelar juara, Pertamina Enduro menampilkan performa kuat dan menang straight sets 3‑0 atas Popsivo Polwan dengan skor 26‑24, 25‑22, 25‑16, sehingga keluar sebagai juara musim itu.
Skuad Pertamina Enduro yang tampil di Proliga 2025 mencerminkan perpaduan pemain lokal berbakat dan pemain asing yang berpengalaman. Di lini inti, tim ini diperkuat oleh beberapa nama penting yang sering disebut dalam laporan pertandingan. Di antaranya, Junaida Santi, salah satu outside hitter andalan tim yang tampil sangat impresif sepanjang musim dan disebut sebagai MVP di final.
Lalu, Jordan Mackenzie Thompson, opposite hitter asal Amerika Serikat yang menjadi salah satu pencetak poin utama dan pemain kunci di garis serangan. Selain itu, ada Iana Shcherban, outside hitter asal Rusia yang menambah kualitas serangan tim. Tisya Amallya Putri, salah satu setter yang menjadi pengatur serangan dari belakang.
Selanjutnya, Eris Septia Wulandari dan Nandita Ayu Salsabila, duo libero yang menjaga stabilitas pertahanan tim. Putri Lestari, Rissa Meiga Rianti, Asih Titi Pangestuti, serta Angeli Faulina, barisan middle blocker yang sering memperkuat blok dan pertahanan tengah. Juga, Aisya Ayu Ristalia Putri, Adelia Almaida Zulfa, Tamara Dwi Nadia, dan Nurlaili Kusumah Diningrat, para outside hitter dan opposite lokal lain yang mendapat jam bermain di berbagai laga.
Sebagian besar skuad Pertamina Enduro musim 2025 itu, masih memperkuat musim ini. Bahkan, diperkuat oleh Megawati ”Megatron” Hangerstri. Namun, keperkasaannya sebagai juara bertahan akan diuji. Terutama oleh Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang lepar gelar, setelah enam kali harus puas juara kedua. Giras! (*)






