KabarBaik.co, Jombang— Sebanyak 265 guru dari jenjang PAUD hingga SMP mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Intensif Deteksi Dini Performa Inteligensi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula 2 Disdikbud dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memahami potensi serta karakteristik belajar peserta didik sejak dini.
Bimtek tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud, Maria Ulfa yang menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kompetensi pendidik.
“Guru memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang mampu memahami potensi, kemampuan, serta kebutuhan belajar setiap peserta didik,” ujar Maria Ulfa dalam keterangannya yang diterima pada Selasa (3/2).
Ia menambahkan deteksi dini performa inteligensi menjadi langkah strategis agar layanan pendidikan dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Melalui deteksi yang tepat, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan berkeadilan, sehingga tidak ada peserta didik yang tertinggal maupun terabaikan potensinya,” katanya.
Dalam bimtek ini, para peserta dibekali pemahaman dan keterampilan mulai dari konsep dasar inteligensi, teknik observasi, penggunaan instrumen deteksi, hingga pemanfaatan hasil deteksi dalam perencanaan pembelajaran.
“Tak hanya teori, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung, diskusi kelompok, serta studi kasus yang disesuaikan dengan kondisi nyata di satuan pendidikan masing-masing,” ungkapnya.
Peserta yang terdiri dari guru PAUD, SD, hingga SMP tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Diharapkan, hasil bimtek ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran sehari-hari,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Disdikbud Jombang menargetkan layanan pendidikan di daerahnya semakin responsif terhadap kebutuhan dan potensi unik setiap peserta didik. (*)






