KabarBaik.co, Jember – Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Jember Gus Fawait menjadi momentum penting untuk menegaskan arah pembangunan daerah.
Dalam forum refleksi tersebut, Gus Fawait memberikan pesan kuat jika 2025 adalah masa adaptasi, maka 2026 adalah tahun pembuktian.
Ia menegaskan bahwa dinamika politik yang mewarnai setahun terakhir tidak boleh menjadi penghalang bagi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, stabilitas birokrasi adalah kunci agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.
“Dinamika itu biasa dalam demokrasi. Yang tidak boleh terganggu adalah pelayanan kepada rakyat,” tegasnya.
Ia memilih untuk tetap fokus bekerja dan menjaga kesinambungan pelayanan ketimbang terjebak dalam polemik politik yang kontraproduktif.
Memasuki tahun kedua, Gus Fawait memberikan sinyal bahwa masa pemanasan telah usai.
Jika pada 2025 ia memberikan kesempatan bagi seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menunjukkan kinerja tanpa perombakan besar, maka tahun 2026 akan menjadi standar baru dalam bekerja.
“Kalau 2025 adalah pemanasan, maka 2026 adalah tahun pembuktian. Kita harus berlari, bukan lagi berjalan,” ujarnya, Sabtu (21/2).
Untuk mencapai target percepatan pembangunan, Gus Fawait telah memetakan beberapa langkah strategis, di antaranya, aktivasi bandara, penguatan investasi dan regulasi, Mall Pelayanan Publik (MPP) dan pengentasan kemiskinan.
Meski menekankan pada kerja nyata, Gus Fawait tidak menafikan pentingnya fungsi kontrol dari DPRD. Perbedaan pandangan dianggapnya sebagai suplemen demokrasi untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi tujuan utama.
Gus Fawait menyatakan sebagai putra daerah, ia merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk membangun tanah kelahirannya.
“Saya ini anak desa. Saya meninggalkan banyak hal untuk mengabdi di tanah kelahiran. Amanah ini harus dijaga dengan kerja nyata,” pungkasnya. (*)








