KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus melakukan terobosan untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mencari alternatif pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun APBN melalui kolaborasi dengan kementerian dan lembaga keuangan negara.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima kunjungan rombongan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
“Kami mencoba mencari tools atau instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi selain mengandalkan APBD dan APBN. Pemerintah pusat memiliki banyak pendanaan, seperti dana lunak, yang bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Jember,” ujar Gus Fawait, Jumat (13/2).
Salah satu fokus utama dari skema pendanaan ini adalah pengembangan infrastruktur kesehatan.
Bupati menekankan pentingnya penggunaan kredit produktif, yakni pinjaman yang digunakan untuk membangun fasilitas yang mampu membiayai operasionalnya sendiri.
“Contohnya pembangunan rumah sakit. Kita bisa pinjam ke SMI, asalkan yang dibangun itu bisa membiayai dirinya sendiri. Ini namanya kredit produktif, bukan konsumtif,” tegasnya.
Peningkatan performa rumah sakit daerah di Jember menjadi alasan kuat rencana ekspansi ini. Bupati mencontohkan RSD dr. Soebandi yang mencatatkan kenaikan pendapatan signifikan, dari Rp 15 miliar per bulan di awal masa jabatannya, kini menyentuh angka Rp 31 miliar per bulan. Hal ini memicu kebutuhan mendesak akan penambahan ruang dan tempat tidur pasien.
Selain kesehatan, Pemkab Jember juga tengah mempersiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengambil peran lebih besar dalam ketahanan pangan. Hal ini berkaitan dengan rencana implementasi program Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprediksi akan menjadi yang terbesar kedua di Jawa Timur.
“Potensi perputaran ekonominya mencapai Rp 4 triliun setahun. Jangan sampai uang ini keluar dari Jember. BUMD harus jadi leader, mungkin melalui perluasan menjadi BUMD Pangan yang mengelola peternakan ayam petelur hingga menjadi hub bagi produk petani dan peternak lokal,” paparnya.
Di sektor pemberdayaan masyarakat, Pemkab Jember meluncurkan strategi khusus untuk mengatasi kemiskinan ekstrem. Meski UMKM di Jember berkembang pesat, angka kemiskinan masih menjadi tantangan.
Untuk itu, Pemkab akan menciptakan UMKM baru yang menyasar masyarakat miskin usia produktif dengan skema pendampingan total, mulai dari pelatihan hingga subsidi bunga
Terakhir, Pemkab juga bekerja sama dengan BP2MI untuk memberikan pelatihan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember agar mereka memiliki keahlian dan kepastian penempatan kerja yang jelas di luar negeri.
Dengan berbagai langkah ini, Gus Fawait optimistis kemandirian ekonomi Jember akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata. (*)







