KabarBaik.co – Bupati Jember Gus Fawait menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jember dalam menyejahterakan petani dan pekerja rentan. Komitmen ini ditandai dengan peluncuran program “Lingkaran Cinta” dan “Cinta Petani” yang berlangsung di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Selasa (23/12).
Gus Fawait mengungkapkan bahwa realisasi program pembangunan tahun 2025 merupakan yang terbesar dalam empat dekade terakhir. Ia menyebut pencapaian ini sebagai sejarah baru bagi kemajuan Kabupaten Jember.
Salah satu pilar utama pembangunan tahun ini adalah jaminan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah hadir untuk menanggung iuran puluhan ribu pekerja rentan guna meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Tahun 2025 mencatatkan angka partisipasi terbesar. Total ada 82.093 orang yang iurannya dibayarkan oleh Pemkab Jember,” ujar Gus Fawait.
Hingga 10 Desember 2025, total dana manfaat yang telah terserap mencapai Rp 17,8 miliar dan diproyeksikan menembus angka Rp 20 miliar pada akhir tahun ini.
Selain perlindungan sosial, Gus Fawait memfokuskan sasarannya pada penguatan sektor pertanian agar Jember kembali menjadi lumbung pangan utama di Jawa Timur. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kondisi infrastruktur.
“Hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember sebelumnya mengalami kerusakan. Fokus kami adalah memperbaiki kerusakan tersebut dan menyediakan alat produksi modern,” tegasnya.
Total bantuan pertanian yang dikucurkan mencapai Rp 73,5 miliar, yang bersumber dari kolaborasi anggaran pusat dan daerah.
“Ada 169 unit mesin pra-panen dan 111 unit mesin pasca-panen, 644 ton pupuk berbagai jenis, 8.728 bibit pohon hortikultura dan 33.800 bibit perkebunan dan dukungan untuk 24.292 hektar lahan tanaman pangan,” paparnya.
Untuk mempercepat pembangunan, Gus Fawait aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat di Jakarta. Ia memaparkan bahwa perbaikan jalan di seluruh Jember memerlukan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun, jumlah yang sulit dipenuhi jika hanya mengandalkan APBD.
“Konektivitas udara melalui Bandara Jember sangat krusial. Ini memudahkan birokrasi berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna menarik anggaran pembangunan ke daerah,” tambahnya.
Menutup arahannya, Gus Fawait optimistis bahwa pada 2026, pembangunan infrastruktur dan sektor pangan akan semakin masif, selaras dengan visi swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami tidak hanya bicara, tapi memberikan bukti konkret. Jember harus maju dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.(*)






