KabarBaik.co, Jember – Sektor pertanian di Kabupaten Jember menunjukkan tren positif. Hal ini memicu optimisme Bupati Jember Muhammad Fawait, yang melihat tingginya angka serapan gabah petani sebagai sinyal kuat bagi kemajuan pangan di wilayahnya.
Menurut bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut, lonjakan serapan gabah ini mencerminkan produktivitas petani Jember yang kian tangguh. Hal ini sekaligus memperkokoh reputasi Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.
“Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada Bulog Jember dan seluruh pihak terkait, termasuk jajaran TNI dan Polri, atas keberhasilannya mencatatkan serapan gabah terbesar di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujar Gus Fawait, Minggu (7/6).
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi solid dalam mengawal kerja keras para petani. Hasil panen yang melimpah menjadi bukti nyata bahwa dunia pertanian di Jember sedang bergerak ke arah yang lebih maju.
Meski secara keseluruhan belum menduduki peringkat pertama di Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sangat optimistis terhadap prospek pertumbuhan ke depan.
“Walaupun kita belum menjadi yang nomor satu di Jawa Timur, grafik perkembangan kita sudah berada di jalur yang benar (on the track),” imbuhnya.
Tak hanya mengapresiasi hasil panen, Gus Fawait juga memberikan perhatian serius pada manajemen distribusi pupuk subsidi. Ia menginstruksikan Dinas TPHP untuk memperketat pengawasan di lapangan agar bantuan dari pemerintah tepat sasaran.
Baginya, penambahan kuota pupuk subsidi dari pemerintah pusat wajib dirasakan langsung manfaatnya oleh petani yang berhak, tanpa ada hambatan birokrasi atau distribusi.
“Saya telah menginstruksikan Dinas TPHP untuk mengawal ketat proses ini. Pastikan tidak ada kendala bagi petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi,” tegasnya.
Pihaknya juga memberi peringatan keras kepada pemilik kios penyalur agar tidak mencoba bermain curang. Pemkab Jember berkomitmen mengambil tindakan disiplin yang tidak main-main demi menjaga keadilan bagi petani.
“Kami akan bersinergi dengan Pupuk Indonesia. Jika ditemukan oknum kios yang nakal dalam menyalurkan pupuk subsidi, kami tidak akan segan-segan mengusulkan pencabutan izin operasional mereka,” pungkasnya.
Langkah preventif dan pengawasan ketat ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Jember guna mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mewujudkan ketahanan pangan melalui tata kelola pertanian yang bersih dan transparan.(*)






