Kampung Kerapu Lamongan Terapkan Teknologi IoT, Produktivitas Budidaya Ikan Ditargetkan Meningkat

oleh -75 Dilihat
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau penerapan IoT di Kampung Kerapu.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau penerapan IoT di Kampung Kerapu. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus mendorong modernisasi sektor perikanan budidaya melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya diterapkan di Kampung Kerapu, Kecamatan Brondong, dengan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dan aerator Venjet yang telah beroperasi selama dua bulan terakhir.

Teknologi tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berkolaborasi dengan PT Venambak Kail Dipantara dalam program digitalisasi dan modernisasi budidaya perikanan.

Melalui sistem tersebut, petani tambak dapat memantau kondisi tambak secara real-time berdasarkan data parameter kualitas air, seperti tingkat keasaman (pH) dan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO). Seluruh informasi itu dapat diakses melalui aplikasi di telepon seluler masing-masing pembudidaya.

Saat meninjau penerapan teknologi tersebut di Kampung Kerapu Brondong, Rabu (22/7), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menilai modernisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing sektor perikanan daerah.

“Perikanan Lamongan harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi perhatian kami agar produktivitas meningkat, budidaya semakin efisien, dan kesejahteraan pembudidaya ikut terangkat,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan Yuli Wahyuono menjelaskan, bantuan yang diberikan di Kampung Kerapu meliputi 150 unit Venjet beserta pelampung, box VE, modem internet, dan router.

Menurut dia, teknologi tersebut berfungsi menyuplai oksigen secara merata hingga ke dasar tambak sehingga mampu menjaga kadar oksigen dan kualitas air. Selain itu, sistem juga merekam kondisi air tambak, membantu menjaga kestabilan pH, serta mendukung sanitasi kolam.

“Harapannya, pemanfaatan teknologi ini mampu meningkatkan luas produksi dan hasil budidaya. Bantuan yang diberikan sangat memberikan manfaat kepada seluruh petani tambak Kampung Kerapu. Disini total ada 350 hektare yang dikelola enam kelompok pembudidaya,” jelas Yuli.

Salah seorang pembudidaya di Kampung Kerapu, Lasturi, mengaku keberadaan teknologi tersebut sangat membantu proses budidaya. Selain meningkatkan kadar oksigen di tambak, alat itu juga mempermudah pemantauan kualitas air sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi perubahan kondisi.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Kampung Kerapu mencatat produksi budidaya mencapai 1.836 ton sepanjang 2025.

Hasil budidaya tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor melalui perusahaan mitra. Adapun harga jual ikan kerapu berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.