KabarBaik.co, Lombok Barat – Wakil Bupati Lombok Barat, Ummi Nurul Adha, memastikan telah melakukan koordinasi dengan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Akhmad Saikhu menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas kelanjutan roda pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. “Sudah rapat dengan Pak Sekda. Nanti tempat bertanya di Pak Sekda,” ujar Ummi Nurul Adha kepada wartawan, Rabu (22/7).
Meski membenarkan adanya rapat koordinasi, wakil bupati yang akrab disapa UNA itu belum bersedia membeberkan hasil pembahasan. Ia juga memilih tidak memberikan komentar lebih jauh terkait situasi politik maupun pemerintahan pasca OTT KPK. “Mohon maaf saya belum bisa menanggapi apa pun,” katanya.
UNA mengajak masyarakat untuk mendoakan agar persoalan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat segera mendapat penyelesaian yang terbaik. “Insya Allah mudah-mudahan kita berdoa yang baik-baik,” ucapnya.
Sementara itu, Pj. Sekda Lombok Barat Akhmad Saikhu sebelumnya memastikan seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal meski ruang kerja bupati disegel penyidik KPK. “Pemerintahan tetap berjalan. Ada bupati dan wakil bupati. Administrasi harus tetap kita laksanakan,” tegas Saikhu.
Seperti diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan di Lombok Barat dan membawa Bupati Lalu Ahmad Zaini ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik juga menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat serta ruang Kepala Dinas PUPRPKP.
Hingga kini, KPK belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara maupun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memastikan seluruh pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung sembari menunggu penjelasan resmi dari lembaga antirasuah tersebut. (*)






