No Comment saat Diperiksa Jaksa, Sekda Nganjuk Malah Asyik Bergoyang dan Bernyanyi Bareng Biduan

oleh -72 Dilihat
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, saat terekam asyik bernyanyi bersama seorang biduan dalam kegiatan di Kantor Diskominfo Nganjuk
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, saat terekam asyik bernyanyi bersama seorang biduan dalam kegiatan di Kantor Diskominfo Nganjuk

KabarBaik.co, Nganjuk — Ada kontras yang begitu tajam dalam dinamika birokrasi Kabupaten Nganjuk belakangan ini. Di satu sisi, koridor hukum sedang memanas terkait dugaan rasuah proyek Feasibility Study (FS) Bendungan Margopatut. Namun di sisi lain, ketegangan itu seolah menguap begitu saja lewat alunan nada dan senyum tipis.

Pemandangan ini berpusat pada sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan.

Belum genap sebulan lalu, tepatnya Senin (6/7), Nur Solekan melangkah masuk ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk. Kedatangannya bukan tanpa alasan, penyidik Kejari memanggilnya sebagai saksi menyusul penggeledahan hangat di Kantor Bappeda Nganjuk.

Namun, alih-alih memberikan penjelasan atau iktikad keterbukaan kepada publik, Sang Sekda memilih jalan “aman”. Saat dihujani pertanyaan oleh awak media, baik sebelum maupun sesudah pemeriksaan, mulutnya terkunci rapat. Hanya ada garis senyum tipis menyiratkan “No comment” yang terlempar dingin.

Akan tetapi, keheningan dan kesan “tertekan” itu mendadak sirna hanya dalam hitungan hari.

Pada Rabu (22/7), di tengah gelaran acara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan tampil dengan aura yang jauh berbeda. Tak ada lagi ekspresi irit bicara seperti saat dikonfirmasi media.

Dalam rekaman video yang mendadak tular dan menyita perhatian warga, Sekda Nganjuk itu tampak begitu santai.

Berdiri di samping seorang biduan, ia melantunkan lagu seiring alunan musik yang bergema di ruang instansi pemerintahan. Sang Sekda menikmati riuhnya acara, seolah bayang-bayang penyidikan kasus korupsi tak pernah membuntutinya.

Aksi ini tak pelak memantik nada sumbang dan kening berkerut dari masyarakat. Publik menilai tindakan tersebut ironis, bahkan terkesan kurang empati terhadap isu penegakan hukum yang sedang menyoroti birokrasi daerah.

Padahal, pihak kejaksaan sendiri menegaskan bahwa perkara ini bukan main-main. Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Koko Roby Yahya, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus FS Bendungan Margopatut telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Statusnya masih sebagai saksi. Ini panggilan pertama dan yang bersangkutan langsung hadir,” kata Koko.

Ia juga menegaskan bahwa penetapan tersangka hanya tinggal menunggu waktu.

“Perkara ini sudah masuk tahap penyidikan dan tentu akan ada penetapan tersangka. Tetapi kami tidak terburu-buru karena masih harus melengkapi alat bukti dan menunggu hasil penghitungan kerugian negara,” lanjutnya.

Kini, masyarakat Nganjuk hanya bisa mengelus dada. Di saat penyidik sibuk menghitung angka kerugian negara dan menyiapkan penetapan tersangka, pejabat tertingginya justru memilih bungkam di depan jaksa, lalu bernyanyi riang di depan kamera.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.