KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat fondasi layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui optimalisasi peran kader Posyandu. Komitmen ini ditegaskan dalam agenda Gus’e Menyapa di Jelbuk pada Minggu (28/12).
Hadir langsung di tengah masyarakat, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan bahwa kader Posyandu adalah ujung tombak dalam menghadapi tantangan kesehatan kronis, seperti risiko komplikasi persalinan, angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB), hingga prevalensi stunting. Ia menggarisbawahi bahwa pencegahan stunting harus diintervensi sejak hulu, yakni sejak masa pra-nikah.
“Kesiapan fisik dan mental calon ibu menjadi kunci. Kader Posyandu memiliki peran krusial untuk menyosialisasikan hal ini secara masif,” kata Gus Fawait.
Menanggapi besarnya tanggung jawab tersebut, Gus Fawait menjamin bahwa pemerintah daerah akan terus memperhatikan kesejahteraan para kader.
“Kami menyadari tugas kader itu berat. Di era kepemimpinan kami, kesejahteraan kader adalah prioritas. Sebagai imbal baliknya, kami mohon bantu pemerintah dalam memutus rantai stunting demi masa depan generasi Jember,” tegasnya.
Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Rachman Hidayat menjelaskan bahwa penguatan kompetensi kader merupakan bagian dari skema Integrasi Layanan Primer (ILP).
Rachman melaporkan bahwa dalam delapan bulan terakhir, Puskesmas Jelbuk telah berhasil mendaftarkan 531 warga dalam program Universal Health Coverage (UHC).
Kegiatan ini juga diisi dengan pembekalan materi mengenai UHC, imunisasi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Melalui ILP, Posyandu diharapkan dapat “naik kelas” dengan cakupan layanan yang lebih komprehensif, mulai dari pemantauan kesehatan dasar hingga pendampingan medis yang terintegrasi.(*)







