H-4 Lebaran Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik di Kabupaten Malang

oleh -113 Dilihat
IMG 20260316 WA0012
Arus kendaraan di simpang empat Karanglo, Kabupaten Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Kepolisian memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Malang mulai terjadi pada H-4 Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah persimpangan utama yang menjadi jalur penghubung antarwilayah telah dipetakan sebagai titik rawan kemacetan.

Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Malang, Ipda Umar Kiswoyo mengatakan, peningkatan volume kendaraan diperkirakan mulai terjadi pada sejumlah simpang strategis.

“Ruas jalan rawan macet di antaranya Simpang 4 Karanglo, Simpang 4 Kepuharjo, Simpang 3 Kebon Agung, Simpang 3 Bendo, dan Simpang 3 Slorok. Karena jalur-jalur ini juga merupakan akses penghubung antarwilayah,” ujar Umar, Senin (16/3).

Ia menjelaskan, dari sejumlah titik tersebut, Simpang 4 Karanglo menjadi salah satu lokasi paling strategis sekaligus berpotensi mengalami kepadatan kendaraan cukup tinggi saat arus mudik.

“Selain itu, Simpang 4 Karanglo juga menjadi akses yang mengarah langsung menuju Kota Batu melalui jalur Pendem. Sehingga kendaraan dari berbagai daerah akan bertemu di titik tersebut,” jelasnya.

Menurut Umar, kawasan Simpang 4 Karanglo juga menjadi jalur pertemuan arus kendaraan dari arah Lawang menuju Kota Malang. Kendaraan yang melintas di kawasan ini tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya, tetapi juga dari Kabupaten Pasuruan, Kota Surabaya hingga daerah lain di Jawa Timur.

Selain Karanglo, Simpang 3 Slorok juga diprediksi menjadi salah satu titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan selama arus mudik. “Persimpangan Slorok ini merupakan jalur penghubung kendaraan dari arah Malang menuju Kabupaten Blitar maupun sebaliknya, sehingga potensi kepadatan juga cukup tinggi,” katanya.

Umar menyebutkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Selasa (17/3) hingga Rabu (18/3) atau sekitar H-4 hingga H-3 Lebaran. Pada periode tersebut volume kendaraan diprediksi meningkat baik melalui jalur tol maupun jalur arteri.

“Beberapa jalur yang diperkirakan ramai dilalui pemudik di antaranya Tol Singosari, Tol Lawang, Tol Pakis, serta jalur arteri Lawang yang menghubungkan Malang dengan wilayah Pasuruan dan Surabaya,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Satlantas Polres Malang telah menyiagakan tim pengurai arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan. “Petugas akan melakukan penanganan cepat apabila dari pemantauan di lapangan terjadi peningkatan volume kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga akan melakukan pengaturan manual terhadap lampu lalu lintas apabila diperlukan guna memperlancar arus kendaraan. “Termasuk melakukan pengaturan manual terhadap waktu lampu lalu lintas atau traffic light apabila diperlukan untuk memperlancar arus kendaraan,” tambahnya.

Terkait kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, Umar menegaskan langkah tersebut harus melalui perencanaan yang matang. “Kami tentu akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menerapkan contraflow. Namun yang jelas kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum melakukan perjalanan jauh.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Pos Pelayanan Terpadu di Simpang 4 Karanglo juga menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, termasuk layanan ganti oli gratis dan tempat beristirahat. “Layanan ganti oli gratis ini tersedia selama 14 hari. Pengendara juga bisa memanfaatkan pos ini untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.