Hadapi Cuaca Ekstrem, Petrokimia Gresik Gelar Lomba Semangka di Tapal Kuda, Produktivitas Naik 34 Persen

oleh -68 Dilihat
Lomba Pestani Semangka Tapal Kuda. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Petrokimia Gresik menggelar lomba budidaya semangka bertajuk Pestani Semangka Tapal Kuda sebagai upaya memotivasi petani dalam menjaga produktivitas di tengah tantangan cuaca ekstrem. Puncak acara sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan dalam momen panen raya di Kecamatan Gumukmas, Jember, Selasa (17/2).

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menjelaskan, inisiatif ini muncul karena tingginya permintaan semangka menjelang Ramadan, yang sayangnya sering kali berbarengan dengan puncak musim hujan. Kondisi ini biasanya memicu risiko gagal panen bagi para petani.

“Lomba ini adalah bentuk dukungan agar petani tetap optimis. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pupuk berkualitas, komoditas semangka terbukti lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, sehingga produktivitas tetap terjaga untuk menyambut momen Ramadan,” ujar Adityo.

Ia menjelaskan, perlombaan ini melibatkan petani dari tiga kabupaten, yakni Jember, Lumajang, dan Banyuwangi, mulai dari tahap penanaman hingga panen. Penilaian dilakukan secara ketat berdasarkan tiga parameter utama yakni, berat buah, tingkat kemanisan kemanisan (Brix) dan dokumentasi proses budidaya.

Berdasarkan hasil uji coba pada area demonstration plot (demplot) di Banyuwangi, produktivitas semangka mencatatkan kenaikan hingga 34 persen. Hasil panen mencapai 63 ton per hektar, melonjak signifikan dibandingkan hasil sebelumnya yang hanya berkisar 47 ton per hektar.

Selain kuantitas, kualitas buah juga meningkat. Tingkat kemanisan mencapai 12 Brix (di atas standar rata-rata 10 Brix), daging buah lebih padat (tidak kopong), serta masa polinasi yang lebih cepat 2 hingga 5 hari.

Dalam program ini, Petrokimia Gresik memperkenalkan sejumlah produk unggulan seperti Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, hingga Phonska Cair.

“Hasil panen petani Tapal Kuda ini menyuplai pasar besar seperti Surabaya, Semarang, Jakarta, hingga Lampung. Bahkan semangka ukuran kecil (2–3 kg) sangat diminati pasar Bali. Dengan kualitas yang maksimal, pendapatan petani di bulan Ramadan ini dipastikan akan ikut terkerek naik,” tambah Adityo.

Egal, salah satu petani asal Jember, mengakui dampak positif dari pendampingan ini. Menurutnya, program Pestani bukan sekadar kompetisi, melainkan solusi nyata menghadapi tantangan alam.

Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tapi pendapatan kami juga bertambah. Di tengah tingginya permintaan Ramadan, Pestani benar-benar menjadi solusi bagi kami,” katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.