KabarBaik.co – Dalam rangka memperingati Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW, Universitas Islam Kadiri (UNISKA) menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk “Kebijakan Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI dan Implikasinya di Perguruan Tinggi” pada Minggu (12/1).
Acara menghadirkan pembicara utama Amany Lubis yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga.
Kuliah umum ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai kebijakan MUI yang berhubungan dengan penguatan peran perempuan, remaja, dan keluarga dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia.
Amany Lubis memaparkan berbagai kebijakan strategis yang telah diambil oleh MUI dalam menyikapi peran perempuan, remaja, dan keluarga di Indonesia, serta bagaimana kebijakan tersebut berimplikasi di lingkungan perguruan tinggi.
Ia menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai agama yang dapat menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa peran perempuan, terutama ibu rumah tangga, sangat strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan bangsa, terlebih saat menghadapi situasi sulit seperti pandemi.
“Ketika pandemi melanda, banyak ibu rumah tangga yang memulai usaha kecil-kecilan dari rumah, seperti kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kesehatan. Mereka tidak hanya membantu ekonomi keluarga tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi orang lain di sekitar mereka,” katanya.
Sementara itu, Rektor Uniska Kediri, Bambang Yulianto, memandang betapa Islam sudah memuliakan derajat wanita.
“Dalam Islam, posisi wanita dimuliakan, bahkan sampai 3 kali. Melalui momen ini saya harap 4 kita akan lebih memahami peran wanita,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh KH. Anwar Iskandar, Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Pancasila yang menaungi Uniska Kediri. Beliau berharap kuliah umum ini dapat memberi insiprasi semua perempuan dalam sivitas akademika Uniska.
“Semoga memberi inspirasi kepada kita semua terutama yang putri agar bisa lebih memberi warna dalam kehidupan yang modern dan maju sehingga kita tidak tertinggal. Menjadi pemudi yang menjadi harapan bangsa,” harapnya.(*)







