Harga Cabai Berpotensi Bergejolak Jelang Ramadan, Produksi Blitar Selatan Terganggu Penyakit

oleh -109 Dilihat
Tanaman cabe di Kabupaten Blitar. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Stabilitas harga cabai di Kabupaten Blitar berada dalam tekanan memasuki bulan suci Ramadan. Gangguan produksi akibat serangan penyakit tanaman membuat pasokan dari wilayah selatan Blitar diperkirakan tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar secara optimal.

Wilayah Blitar selatan selama ini menjadi salah satu penyangga pasokan cabai. Namun kondisi di lapangan menunjukkan hasil produksi terancam menurun, meski luas tanam cabai tercatat cukup besar.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Fauzia Laame mengatakan, gangguan tanaman terjadi pada masa krusial menjelang panen, sehingga berpotensi mengurangi volume cabai yang masuk ke pasar.

“Secara luasan sebenarnya sangat besar, sekitar 7.000 hektare. Tapi tanaman petani saat ini banyak terserang hama dan jamur , sehingga hasil panen diperkirakan tidak maksimal,” kata Fauzia, Rabu (18/2).

Kondisi tersebut menjadi faktor risiko utama naiknya harga cabai. Fauzia menjelaskan, apabila produksi berkurang sementara permintaan meningkat selama Ramadan, keseimbangan pasar akan terganggu.

“Kalau hasil panen turun, sementara kebutuhan masyarakat naik, maka harga cabai sangat mungkin mengalami kenaikan,” ujarnya.

Saat ini, DKPP Kabupaten Blitar terus memantau perkembangan di tingkat petani untuk memetakan seberapa besar penurunan produksi yang akan terjadi. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi agar gejolak harga tidak membebani masyarakat selama Ramadan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.