KabarBaik.co, Sidoarjo – Menjelang datangnya bulan Ramadan 1447 Hijriah, harga bahan pokok di pasar tradisional Sidoarjo mulai merangkak naik. Kenaikan paling tajam terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah yang kini dikeluhkan pedagang maupun pembeli.
Di Pasar Krian, harga cabai rawit kualitas bagus menembus Rp 95 ribu per kilogram. Angka tersebut melonjak cukup jauh dibanding harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp 60 ribu per kilogram.
Pedagang bumbu dapur Pasar Baru Krian, Sumarti (45), menyebut kenaikan harga cabai sudah berlangsung sekitar tiga pekan terakhir dan terjadi secara bertahap.
“Cabai rawit yang bagus sekarang Rp 95 ribu per kilo, sebelumnya cuma Rp 60 ribu. Naiknya pelan-pelan tapi terus,” ujarnya, Selasa (10/2).
Tak hanya cabai rawit merah, cabai rawit kecil berwarna hijau juga ikut melonjak. Dari harga Rp 25 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 45 ribu per kilogram dan menjadi salah satu komoditas paling cepat mengalami kenaikan.
Selain cabai, bawang merah kualitas bagus juga mengalami lonjakan signifikan.
“Bawang merah dulu Rp 25 ribu, sekarang sudah Rp 55 ribu per kilo. Sudah sekitar tiga mingguan ini naiknya,” tambah Sumarti.
Pedagang Pasar Krian lainnya, Siami (37), menilai kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola tahunan. Namun tahun ini diperparah dengan cuaca buruk yang berdampak pada hasil panen petani.
“Panen cabai dan bawang turun karena cuaca jelek, stok di pasar induk Porong juga berkurang,” katanya.
Lonjakan harga cabai turut dirasakan pelaku usaha kuliner. Ulfa, 28, penjual seblak di Balongbendo, mengaku harus mengubah racikan sambalnya agar tetap bertahan.
“Cabai rawit merah saya campur dengan rawit hijau supaya tetap pedas. Kalau pakai yang bagus semua, untungnya tipis, apalagi pembeli juga sepi karena banyaknya pedagang seblak saat ini,” pungkasnya. (*)






