KabarBaik.co, Pasuruan – Kenaikan harga daging sapi yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada penurunan jumlah pembeli di pasar tradisional.
Kondisi ini dirasakan para pedagang daging di Pasar Bangil, Kabupaten Pasuruan. Selain harga yang semakin tinggi, mereka juga harus menghadapi persaingan dengan pasokan daging murah dari luar daerah.
Salah satu pedagang, Anis, mengatakan harga daging mulai merangkak naik sejak pertengahan bulan puasa. Saat itu, harga masih berada di kisaran Rp 110.000 per kilogram dan kini telah mencapai Rp 130.000 hingga Rp 135.000 per kilogram untuk kualitas super.
“Harga naik terus mulai bulan puasa puncaknya dua hari ini mencapai Rp 130 sampai 135 ribu per kilogramnya dengan kualitas super,” kata Anis, Selasa (7/4).
Untuk mempertahankan pelanggan, para pedagang terpaksa mencari berbagai cara, seperti memberikan potongan harga hingga tambahan daging bagi pelanggan setia.
“Pelanggan yang setiap hari beli kita potong harga umumnya, soalnya sudah lama beli disini,” ujarnya.
Meski begitu, kenaikan harga tetap berdampak signifikan terhadap omzet penjualan. Anis mengaku penjualan hariannya turun sekitar 30 persen, dari sebelumnya 40 kilogram menjadi hanya 25 kilogram per hari.
“Turun sekarang jualannya dulu harga daging masih di angka 100 banyak pembeli, sekarang merosot sejak naik,” jelasnya.
Ketua paguyuban pedagang daging, Habibie, menyebut kenaikan harga dipicu oleh mahalnya harga sapi di tingkat peternak serta terbatasnya stok yang tersedia di pasaran.
“Ada beberapa faktor kenaikan harga daging sapi saat ini, sapi lokal semakin mahal juga stok menipis,” tutupnya.(*)








