Harga Emas Melonjak di Tengah Gejolak Global, PT KBI Catatkan Pertumbuhan Bisnis Impresif

oleh -116 Dilihat
WhatsApp Image 2025 05 04 at 11.21.30
PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) memproyeksikan harga emas tetap tinggi hingga akhir tahun. (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Di tengah ketidakpastian global yang dipicu perang dagang dan tantangan geopolitik, harga emas terus menjadi sorotan utama sebagai instrumen investasi andalan. PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) yang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa memproyeksikan harga emas tetap tinggi hingga akhir tahun.

Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto mengungkapkan bahwa emas saat ini menjadi primadona masyarakat dalam berinvestasi. Hal ini tak lepas dari kondisi pasar global yang penuh dengan sentimen negatif terhadap instrumen investasi lainnya.

“Harga emas sebagai komoditas global memang dipengaruhi banyak faktor. Kami memproyeksikan, jika tidak ada perubahan signifikan pada kondisi global, harga emas dapat mencapai USD 3.500 hingga USD 3.600 per troy ounce di akhir tahun,” ujar Budi.

Menurutnya, konflik tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas. Jika kebijakan tarif di bawah pemerintahan Donald Trump mencapai kesepakatan, maka harga emas diperkirakan akan stabil, bahkan menurun.

“Apabila perang tarif ini mereda dan kebijakan mencapai titik equilibrium, maka emas akan kehilangan daya tariknya sebagai safe haven. Investasi lainnya, seperti forex dan indeks saham, akan kembali diminati,” jelas Budi.

Meski situasi global penuh tantangan, PT KBI berhasil menunjukkan kinerja gemilang. Hingga saat ini, perusahaan mencatat pertumbuhan volume transaksi hingga 120 persen secara tahunan (year-on-year). Pendapatan perusahaan meningkat 25,4 persen, dan laba bersih naik 22 persen.

“Capaian ini merupakan hasil dari ekspansi bisnis kliring dan layanan resi gudang yang terus kami tingkatkan,” ujar Budi. Pada sektor transaksi komoditas, PT KBI mencatat penerbitan 1.058 resi gudang dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,871 triliun. Sementara itu, volume kontrak berjangka tumbuh 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Budi juga menyoroti transformasi layanan berbasis teknologi sebagai salah satu kunci keberhasilan perusahaan. Tingkat kepuasan pelanggan PT KBI mencapai 89,5 persen pada tahun 2024, meningkat 2,6 persen dari tahun lalu.

“Inovasi sistem yang kami lakukan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan di tengah dinamika pasar,” pungkasnya.

Dengan proyeksi harga emas yang tetap tinggi dan pertumbuhan bisnis yang konsisten, PT KBI menunjukkan ketangguhannya di tengah gejolak ekonomi global. Transformasi digital dan inovasi layanan menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk terus melangkah maju. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.