Harga Emas Naik Turun, Warga Jombang Manfaatkan Momen untuk Investasi dan Ambil Untung

oleh -133 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 31 at 9.52.47 AM
Karyawan melayani pelanggan yang menjual perhiasan emas di Jombang (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Pergerakan harga emas yang terus berfluktuasi dari hari ke hari berdampak langsung pada aktivitas transaksi di sejumlah toko emas di Jombang, Jawa Timur.

Salah satu toko yang merasakan dinamika tersebut adalah Toko Mas Indra yang berlokasi di Jalan A. Yani, Ruko Citra Niaga Blok A Nomor 11, Pasar Legi, Kecamatan Jombang.

Ani, karyawan Toko Mas Indra, mengatakan bahwa toko tempatnya bekerja menyediakan berbagai perhiasan emas dengan kadar yang bervariasi. Mulai dari emas 8 karat, 9 karat, hingga 16 karat.

“Di sini kami menjual emas dengan kadar 8 karat, 9 karat, dan 16 karat,” ujar Ani saat ditemui, Sabtu (31/1).

Menurut Ani, harga emas memang cenderung berubah setiap hari mengikuti kondisi pasar. Pada Jumat pagi, harga emas 8 karat dipatok sebesar Rp 1.250.000 per gram, sementara emas 16 karat berada di kisaran Rp 2.175.000 per gram.

“Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu, karena emas memang naik turun setiap hari,” katanya.

Ia mengungkapkan dalam satu bulan terakhir harga emas menunjukkan tren kenaikan, meski terjadi secara bertahap. Ani mengaku tidak menghitung secara pasti persentase kenaikannya, namun pergerakan tersebut cukup terasa.

“Kalau dibandingkan bulan lalu, harganya memang naik pelan-pelan,” ujarnya.

Terkait kabar harga emas yang sempat menembus angka Rp 3 juta per gram pada Kamis (29/1/2026), Ani menyebutkan bahwa di toko tempatnya bekerja harga tersebut belum terjadi.

“Di sini tidak sampai Rp 3 juta. Harganya masih fluktuatif,” ucapnya.

Menariknya, di tengah naik-turunnya harga emas, aktivitas transaksi justru cenderung didominasi oleh penjualan. Ani mengatakan, dalam sehari, jumlah pelanggan yang menjual emas bisa mencapai lebih dari lima orang.

“Sekarang yang jual emas cukup banyak,” ungkapnya.

Meski demikian, pembelian emas tetap berlangsung. Menurut Ani, hal itu sangat bergantung pada kebutuhan dan kemampuan masing-masing pelanggan.

“Ada juga yang beli, jadi seimbang saja. Tergantung orangnya dan budget yang dimiliki,” tambahnya.

Di Toko Mas Indra sendiri, emas 18 karat tidak tersedia. “Rata-rata yang ada di sini 8 karat, 9 karat, dan 16 karat,” jelas Ani.

Soal selera konsumen, Ani menyebut bahwa sebagian besar pelanggan lebih mengutamakan model perhiasan dibandingkan kadar emasnya.

“Biasanya mereka lihat modelnya dulu. Kalau modelnya bagus, baru dipilih,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pelanggan, Kharimatul Maslahah (24), warga Jogoroto, Kabupaten Jombang, mengaku memutuskan menjual emas karena melihat peluang keuntungan.

“Karena harga emas per 29–30 Januari 2026 di salah satu toko perhiasan Jombang, buy back-nya naik. Untuk kadar 16 karat sekarang Rp 2.119.500,” kata perempuan yang akrab disapa Ema itu.

Ia mengungkapkan dari penjualan emas seberat 2 gram, dirinya berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 709.000. Padahal, sebelumnya ia membeli emas tersebut seharga Rp 1.765.000 per gram pada 12 Desember 2025.

Ema mengaku keputusan menjual emas bukan dilakukan secara impulsif, melainkan berdasarkan riset yang rutin ia lakukan.

“Kalau sudah take profit, saya jual. Kalau rugi, saya hold. Kebetulan hari ini sudah untung, jadi saya jual. Dari riset di situs resmi, harga emas hari ini diperkirakan turun. Biasanya setelah turun, saya buy lagi,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pada Jumat pagi, harga emas 16 karat di salah satu toko perhiasan di Jombang berada di angka Rp 2.119.500 per gram. Namun, menjelang siang sekitar pukul 11.00 WIB, harga tersebut turun sekitar Rp 48.000 per gram.

Bagi Ema, emas tetap menjadi instrumen investasi jangka panjang yang menjanjikan.

“Emas itu safe haven, tahan inflasi dan krisis ekonomi. Risikonya lebih rendah, jadi cocok untuk melindungi kekayaan, terutama saat pasar saham sedang turun,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.