Harga Sapi Melonjak, RPH dan Pedagang di Pasuruan Libur Jualan

oleh -565 Dilihat
IMG 20260404 WA0021
Salah satu RPH di Pasuruan sepi aktivitas. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co, Pasuruan – Aktivitas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Blandongan, Kota Pasuruan, terlihat sepi. Tidak ada aktivitas seperti sebelumnya, mulai dari pemotongan hingga jual beli daging sapi.

Salah satu pedagang daging, Faisol menceritakan, kejadian ini dipicu kombinasi persoalan, mulai dari kelangkaan sapi, lonjakan harga, hingga maraknya peredaran daging ilegal yang disebut merusak harga pasar.

“Kondisi saat ini sudah tidak lagi sehat bagi pelaku usaha resmi, pemerintah belum serius menindak peredaran daging ilegal, termasuk dugaan daging glonggongan yang dijual lebih murah,” ucap Faisol.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Afnan. Ia mengaku kesulitan menjaga harga di tengah mahal dan langkanya sapi, sementara permintaan pasar tetap tinggi.

“Kalau harga dinaikkan kasihan pembeli, tapi kalau dipertahankan kami yang rugi, kami berharap ada solusi cepat dari pemerintah,” katanya.

Dampak penurunan pasokan juga dirasakan para juru sembelih halal (juleha). Ayatulloh Khumaini menyebut jumlah sapi yang dipotong terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

“Biasanya bisa sampai belasan ekor per hari, sekarang turun. Kalau tidak ada penyembelihan, kami juga tidak punya penghasilan,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jagal Sapi Kota Pasuruan, Muhammad Syaifulloh, menegaskan aksi mogok dilakukan secara kolektif oleh sekitar 60 pedagang dan 20 jagal. Ia menyebut aksi ini akan terus berlanjut hingga ada solusi konkret.

“Kondisinya sudah berat. Sapi langka, harga tinggi, ditambah daging ilegal masih beredar. Kami tidak punya pilihan selain mogok,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.