KabarBaik.co, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah yang dipusatkan di Lapangan Bumi Gora, Mataram.
Sejumlah skenario teknis hingga antisipasi cuaca buruk menjadi perhatian utama dalam rapat koordinasi lintas OPD yang digelar di Kantor Gubernur NTB, Jumat (22/5).
Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB Abdul Ghani didampingi Kepala Biro Kesra Setda NTB Amir.
Dalam arahannya, Abdul Ghani menyoroti evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, terutama terkait penataan jamaah dan kerapian shaf saat pelaksanaan salat berlangsung.
“Kami meminta jemaah laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan baik serta shaf dirapikan agar pelaksanaan ibadah berlangsung nyaman dan khusyuk,” tegasnya.
Pemprov NTB juga menyiapkan skenario cadangan apabila hujan turun pada hari pelaksanaan. Lokasi Salad Id nantinya akan dipindahkan ke Islamic Center NTB sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem.
Selain itu, seluruh OPD diminta memperkuat koordinasi mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penyediaan toilet dan tempat wudhu portable, hingga kebersihan area sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah.
Pengamanan juga akan diperketat dengan melibatkan Satpol PP, kepolisian, serta Dinas Perhubungan untuk mengatur mobilitas jamaah dan kantong parkir di sekitar kawasan Lapangan Bumi Gora.
Kepala Biro Kesra Setda NTB Amir, menjelaskan bahwa pemilihan Lapangan Bumi Gora sebagai lokasi pelaksanaan merupakan arahan langsung Gubernur NTB dan telah dipersiapkan sejak sebulan terakhir.
Menurutnya, pelaksanaan Salat Id di lapangan terbuka bukan hanya agenda seremonial tahunan, tetapi memiliki makna syariat, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
“Pelaksanaan salat di lapangan terbuka merupakan sunnah Rasulullah SAW dan menjadi ruang syiar Islam yang mampu menampung jemaah lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, ribuan jemaah yang berkumpul di pusat pemerintahan juga menjadi simbol persatuan umat Islam di NTB yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.
“Ini bukan hanya ibadah, tetapi momentum memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat serta pengingat nilai pengorbanan dan kepedulian sosial dalam Idul Adha,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov NTB juga menetapkan petugas Salat Idul Adha 1447 H dengan khatib TGH. Muslihuddin Mustaqim dan imam TGH. Sabaruddin Abdurrahman.
Sementara pembagian tugas teknis turut melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Biro Umum dan Biro Adpim untuk akomodasi pimpinan, Dinas Kominfotik untuk publikasi dan dokumentasi, hingga Dinas LHK yang bertanggung jawab terhadap kebersihan area pelaksanaan.(*)






