Harga Telur Ayam Ras Melonjak, Pemkot Batu Siap Beri Subsidi Pakan

Reporter: P. Priyono
Editor: Gagah Saputra
oleh -57 Dilihat
Peternakan ayam petelur di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu

KabarBaik.co – Harga telur ayam di Kota Batu mendekati lebaran Idul Fitri pekan depan terus meroket. Atas kondisi tersebut Pemkot Batu akan memberikan subsidi bagi pakan ternak.

Hal tersebut, seperti yang disampaikan Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai, menanggapi permasalahan terkait melonjaknya harga telur pihaknya langsung terjun ke lapangan berdialog dengan peternak ayam petelur.

“Hasil dari kunjungan ke peternak ayam Pemerintah berencana memberikan subsidi bagi pengadaan pakan ternak ayam petelur, khususnya jagung. Subsidi sebagai langkah menurunkan harga komoditas telur ayam ras,” ujar Pj Wali Kota

Selain itu dengan subsidi ini akan mendorong penurunan biaya operasional peternak. Sehingga menurunkan harga telur dipasaran dan sekaligus menekan adanya inflasi di Kota Batu.

Baca juga:  Jelang Lebaran, Pj Wali Kota Batu dan DPUPR Cek Jalan Berlubang

“Subsidi pakan bagi peternak akan menggunakan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD Kota Batu yang salah satunya difokuskan untuk pengendalian inflasi daerah,” imbuhnya.

Kemudian dalam waktu dekat ini Pemkot akan menggelar pertemuan dengan asosiasi peternak ayam ras, baik petelur maupun pedaging. Tujuannya untuk mengetahui secara up date kondisi yang dialami peternak.

Dalam kunjungan ini, Aries juga menerima laporan dari peternak ayam petelur, akan banyaknya telur berkualitas rendah dari luar yang masuk dan diperdagangkan di Kota Batu.

“Tentunya kondisi ini akan mengganggu hasil ternak ayam petelur asli Kota Batu dengan produk yang lebih berkualitas sesuai standar,” tegas Aries.

Baca juga:  DPUPR Kota Batu Kebut Revitalisasi Jembatan Kali Paron

Dengan adanya rencana subsidi tersebut direspon baik oleh penasehat peternak ayam petelur Kota Batu, Ludi Tanarto. Menurutnya dengan adanya subsidi sangat membantu para peternak.

Ditambahkan olehnya, ide Pj Wali Kota sangat bagus. Bahkan, itu merupakan bentuk perhatian terhadap peternak ayam petelur di Kota Batu ini

“Namun kami khawatir jika menggunakan APBD realisasi subsidi tidak berjalan cepat karena harus melalui proses-proses penganggaran dan sebagainya,” ungkap Ludi.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Ludi bahwa sebenarnya peternak ayam memiliki solusi tanpa mengeluarkan biaya. Namun butuh ketegasan dari pemerintah yakni dengan melarang adanya peredaran telur infertil atau Hatched Egg (HR) di pasaran.

Baca juga:  Pemkot Batu Bakal Tindak Tegas Pembuang Sampah di Pinggir Jalan

“Keberadaan telur yang membahayakan kesehatan tersebut sangat berpengaruh karena memiliki harga lebih murah. Kami berharap Pemkot Batu segera mengeluarkan kebijakan untuk penertiban peredaran telur HE sebagai langkah penting melindungi peternak ayam petelur di Kota Batu,” tandasnya.

Diketahui, adanya telur ayam tetas yang banyak dijual sangat merugikan peternak. Bahkan, sesuai aturan hal tersebut dilarang Kementerian Pertanian dan sudah diatur dalam Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras dan telur konsumsi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.